
MANGUPURA – Akibat cuaca ekstrim hujan lebat, tiga Kecamatan di Kabupaten Badung, Senin (17/10/2022), dikepung bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mendata total terjadi 33 bencana, mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. Bahkan ada 7 KK di Banjar Pundung Desa Pangsan, Kecamatan Petang terisolir lantaran putusnya jalan akibat tergerus banjir.
Tiga kecamatan yang mengami bencana berada di wilayah Badung Utara, yaitu Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi. “Kejadian terbanyak di Kecamatan Petang sebanyak 17 kejadian, menyusul Kecamatan Mengwi sebanyak 9 kejadian dan Kecamatan Abiansemal sebanyak 7 kejadian,”ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Badung I Wayan Darma yang dikonfirmasi kemarin.
Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dimiliki BPBD Badung berkoordinasi dengan Dinas PUPR, DLHK serta aparat desa setempat harus berjibaku, lantaran saking banyaknya kejadian. Dijelaskannya, ada tiga hal yang dilakukan menghadapi musibah bencana tersebut.
Pertama penanganan kedaruratan, kemudian pendataan dan melakukan kajian cepat untuk bencana darurat. Dia mencontohka bencana darurat diantaranya, akses jalan yang terputus di Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang.
“Disana ada 7 kepala keluarga, tidak terisolasi total karena masih ada jalan setapak yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki menuju Desa Petang,”katanya.
Selain musibah ini, bibir jembatan di Jalan Desa Baha Cengkok, Kecamatan Mengwi juga harus mendapatkan prioritas penanganan. Pihaknya menyatakan sudah berkoordinasi dengan PUPR untuk segera mendapatkan penanganan. Mantan Camat Petang ini mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati mengingat perkiraan cuaca ekstrim masih bisa terjadi dalam beberapa pekan kedepan.
Berdasarkan data dari BPBD Badung musibah bencana yang terjadi di Kecamatan Petang, yakni penyeker rumah longsor di Banjar Petang, Desa Petang rumah milik Gusti Ngurah Agung Witaskara, tembok merajan roboh di Desa Pangsan, pohon tumbang, Banjar Abing, Desa Sulangai, tanah longsor Banjar Kerta, Desa Petang, tanah longsor di Pura Puncak Manik di Desa Petang.
Tanah longsor Banjar Wanakeling, Desa sulangai, tanah longsor Banjar Batulantang, Desa Sulangai, pohon tumbang mentupi akses jalan di Banjar Abing Desa sulangai, jalan jebol Desa Pangsan.
Tanah longsor,di Jalan Paderi Banjar Petang Desa Petang, pohon tumbang menghalangi badan jalan di jalur Petang – poyan, tonoh longsor menyebabkan tertimpanya rumah milik warga atas nama I Made Sero di Banjar Batulantang Desa Sulangai, tanah longsor di belakang SDN 1 Petang.
Garase mobil jebol ke sungai di Banjar Kasianan Desa Pangsan, tembok penyengker TK Kumara Ngurah Rai jebol di Banjar Kauh Desa Getasan, tanah longsor mengakibatkan tertutupnya badan jalan di Jalan Puputan Desa Pangsan, tanah longsor yang menghalangi setengah badan jalan di Banjar Pundung, Desa Pangsan.
Untuk Kecamatan Abiansemal terjadi pohon tumbang menimpa bangunan lobi objek wisata Sangeh, Desa Sangeh, pohon tumbang menghalangi badan jalan di Desa Sangeh, pohon tumbang di Banjar Gunung Desa Abiansemal, pohon tumbang menimpa Pura Maospait di Banjar Purwakerta Gerih Desa Abiansemal.
Rusaknya besi penyangga jembatan penghubung Sibangkaja- Belungbungan disebabkan debit air sungai meningkat, pohon tumbang menutupi akses jalan Banjar Keraman Desa Abiansemal dan tanah longsor yang mengakibatkan rusaknya Pura Beji Menahan, Banjar Raketan Desa Taman.
Sedangkan di Kecamatan Mengwi, banjir di Desa Sembung, jembatan jebol sepajang 15 meter, disebabkan air sungai meluap di Banjar Busana Kaja Desa baha, banjir atau air sungai meluap di subak Bakalan Desa Sobangan, air bah di Pura Pesambiyangan Danu Bratan Banjar Balangan Desa Kuwum, banjir desa Kekeran menyebabkan rusaknya pelinggih priyangan pesiraman Dalem Melanting, banjir menyebabkan Pura Batan Gatep rusak di Banjar Tambak Sari, Kelurahan Kapal, TPS longsor di Banjar Balangan Desa Kuwum, pohon tumbang nyangkut di selatan lapangan sepak bola Desa Ayunan, tanah longsor menyebabkan tembok penyeker Pura Beji Desa Adat Ayunan. (lit/jon)








