
BULELENG – Setelah 6 bulan beroperasi, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno di Kelurahan/ Kecamatan Sukasada tak hanya menjadi idola, tapi juga menyisakan kendala. Menjadi idola, karena destinasi multy dimensi ini bukan hanya dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat Buleleng, namun juga masyarakat dari daerah lain seperti Gianyar bahkan Surabaya.
“Dari evaluasi semester pertama yang kita lakukan, RTH Taman Bung Karno yang kita bangun dengan berbagai fasilitas Patung Bung Karno sebagai ikon, openstage Singa Ambara Raja sebagai wahana pertunjukan seni budaya, serta wantilan untuk diskusi dan pameran telah dinikmati dan diminati berbagai eleman masyarakat di Buleleng bahkan juga Surabaya,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, Senin (4/7/2022) usai memimpin rapat internal.
Selaku pengelola, mantan Kepala Dinas Ketahana Pangan dan Perikanan Buleleng ini menandaskan banyak usul saran bahkan kritik yang bersifat konstruktif dibutuhkan dalam penyempurnaan tata kelola RTH Taman Bung Karno.
“Banyak hal yang harus kami lakukan untuk dapat mengoptimalkan fungsi RTH Taman Bung Karno sebagai wahana pelestarian lingkungan agar tetap hijau, edukasi bagi generasi muda, tempat hiburan bagi masyarakat sekaligus pengembangan ekonomi UMKM masyarakat sekitar,” terangnya.
Kendala prioritas yang harus segera disikapi adalah sarana prasarana bermain bagi anak-anak serta keberadaan dan pengelolaan parkir.
“Selain pengadaan areal parkir oleh pemerintah, pemberdayaan potensi PAD ini juga telah diupayakan melalui kerjasama dengan desa adat, dibawah pembinaan teknis dari dinas perhubungan,” pungkasnya. (kar/jon)








