
DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster mengucapkan selamat kepada Bank BPD Bali yang sudah berusia ke-60 tahun saat menghadiri perayaan puncak HUT Bank BPD Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Minggu (5/6/2022) dengan mengharapkan Bank BPD Bali semakin maju berinovasi, kreatif dan bisa bersaing dengan perkembangan jaman khususnya didalam memasuki persaingan antar lembaga keuangan negara, baik di Bali maupun nasional.
Perayaan Puncak HUT Bank BPD Bali ke-60 juga dihadiri Perwakilan DPRD Bali, Bupati/Walikota se-Bali, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Giri Tribroto, dan Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma dengan menggunakan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali.
Gubernur Bali menekankan BPD Bali untuk menjaga identitas budaya Pulau Bali dengan mengairahkan ekosistem produk lokal di Bali, salah satunya mengajak pegawai Bank BPD Bali untuk menggunakan busana berbahan Kain Tenun Endek Bali.
“Sehingga ekonomi rakyat Kita di Bali seperti IKM dan UMKM-nya akan hidup, dan Saya mendorong BPD Bali untuk terus bergerak di sektor ekonomi kerakyatan serta betul – betul menjadi pilar untuk memperkuat dukungan terhadap pembangunan Bali, sesuai slogannya Bank Pembangunan Daerah Bali,” tegas Koster.
Gubernur Koster menilai, kinerja Bank BPD Bali yang secara umum cukup baik. Karena Saya biasa menganalisa Bank – bank besar, kalau ini kapasitasnya kecil bagi Saya, jadi mudah menganalisa. Terobosan juga sudah dilakukan oleh BPD Bali dengan meluncurkan online onboarding dan ini Bank BPD pertama yang meluncurkan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.
Dirinya juga mengamati sistem layanannya semakin baik, dengan menerapkan teknologi digital, management juga semakin baik. Selain itu, juga melihat BPD kinerjanya dalam KUR sangat baik, bahkan terbaik di Indonesia, begitu juga komitmennya terhdap IKM dan UMKM di Bali.
“Contohnya semua pegawai BPD Bali menggunakan endek sekarang dan hal ini sangat sejalan dengan semangat Saya, dimana Saya sedang giat-giatnya mempromosikan produk lokal Bali,” ujar Gubernur Wayan Koster.
Gubernur Wayan Koster juga menilai kekurangan BPD Bali sebagai upaya untuk mengevaluasi kinerjanya untuk maju berinovasi, kreatif dan bisa bersaing.
“Kalau melihat kekurangannya tentu masih ada, dari segi SDM-nya harus dilakukan rekrutmen pegawai secara kompetitif, seleksi yang lebih bagus. Karena SDM adalah salah satu tumpuan kekuatan dalam memajukan BPD Bali. Kemudian sistem pengelolaan juga harus terus diperbaiki dengan mengikuti perkembangan teknologi digital saat ini. Saya kira ini akan terus maju kedepan, suka tidak suka BPD harus berdaptasi, termasuk juga dari sisi permodalannya, harus memadai sesuai level BPD,” tegasnya.
“Semenjak Saya menjadi Gubernur Bali sebagai pemegang saham, Saya selalu hadir dan aktif karena Saya ingin mengimplementasikan pengetahuan Saya waktu di Badan Anggaran DPR RI selama 3 periode atau 13 tahun disana menangani salah satunya Perbankan milik negara termasuk BUMN secara keseluruhan bersama BI dan OJK. Jadi pengetahuan itu yang Saya terapkan sekarang dalam mendampingi jajaran BPD Bali, untuk itu Saya selalu hadir karena Provinsi Bali pemegang saham bersama Bupati dan Walikota di Bali,” lanjutnya.
Kedepan, Gubernur Bali berharap BPD Bali harus memiliki modal yang kuat, SDM yang bagus, sistem manajemen tata kelola yang bagus, hingga memiliki tampilan fisik (gedung, red) yang bagus.
Sementara itu Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota di Bali, sehingga BPD Bali bisa ikut berperan di dalam melaksanakan program yang diselenggarakan oleh Pemerintah di Bali.
“Peran Bank BPD Bali di dalam pembangunan di Bali cukup tinggi juga, dilihat dari deviden yang dibagikan. Kami juga memberikan CSR salah satunya untuk penguatan Desa Adat, dimana Kami turut mensuport pembangunan Gedung Majelis Desa Adat,” lapor Nyoman Sudharma.
Sudharma menyatakan, BPD Bali juga hadir untuk menguatkan sektor UMKM di Bali dengan membuka langsung showcase UMKM di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, selain juga secara konsisten melakukan penyaluran KUR, dan mendukung pembiayaan UMKM Cluster seperti garam tradisional lokal Bali yang diperjuangkan oleh Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster, hingga BPD Bali turut andil di dalam mempercepat penggunaan produk dalam negeri, serta aktif dalam program bisnis matching melalui e-market place, sehingga Bali dapat menjadi percontohan.
Menyambut Perayaan Puncak HUT Bank BPD Bali ke-60, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Perwakilan DPRD Bali, Bupati/Walikota se-Bali, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Giri Tribroto, dan Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma melakukan toast minuman Arakbica sebagai wujud keseriusan Pemerintah Provinsi Bali di dalam memberdayakan petani arak tradisional lokal Bali sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi Dan/Atau Destilasi Khas Bali.(arn/jon)








