
KUTA – Pasar Seni Kuta telah dikosongkan menyambut penataan Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita). Para pedagang telah mengemasi barang-barangnya, untuk selanjutnya menunggu jadwal relokasi ke tempat sementara.
Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista menuturkan, para pedagang telah meninggalkan Pasar Seni tertanggal 31 Mei 2022 lalu. Yang kemudian disusul pemotongan jaringan listrik keesokan harinya.
“Untuk pembongkaran akan dilakukan mulai besok. Dengan target rampung selama 25 hari,” bebernya Kamis (2/6/2022).
Sembari pembongkaran, sambung dia, pihak pemenang tender Penataan Pantai Samigita juga bergerak mempersiapkan lokasi relokasi para pedagang. Lokasinya berada di area Pantai Kuta, sekitar depan eks Hotel Bali Anggrek.
“Data terakhir, dari 204 pedagang Pasar Seni, ada 150-an di antaranya yang berencana menempati lokasi relokasi sementara,” sebutnya. Relokasi rencananya dilaksanakan pada 16 Juni 2022 nanti.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, jelang pelaksanaan fisik penataan Pantai Samigita, pihak Desa Adat Kuta juga telah melakukan sejumlah prosesi upacara. Mulai dari Matur Piuning, Nyapuh Pasar Seni Kuta, hingga Mulang Pakelem.
“Pagi tadi sudah Matur Piuning di Pura Kahyangan Tiga. Selain itu juga pada delapan Pura di pinggir pantai. Delapan Pura itu adalah Pura Batu Bolong, Kayu Santen, Pakendungan, Segara, Cedok Waru, Pesanggaran, Tanjung Pikatan, dan Pura Lamun,” bebernya sembari mengabarkan, prosesi Mulang Pakelem menggunakan Bebek dan Ayam Hitam. Selain itu, juga dirangkaikan pelepasliaran Penyu Sisik.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Project Manager Tunas Jaya Sanur – Bianglala KSO Nyoman Agus Sandika membenarkan bahwa saat ini pihaknya telah bergerak menyiapkan lokasi relokasi para pedagang Pasar Seni. Yakni melalui perataan dan pemadatan area pasir pantai, depan eks Hotel Bali Anggrek.
“Untuk kebutuhan relokasi ini, kami siapkan luasan sekitar 1800 m2. Untuk relokasinya, nanti akan dikoordinir oleh pihak desa adat. Kami rasa itu mampu menampung sekitar 150 hingga 175 pedagang,” sebutnya mengenai lokasi relokasi sementara yang nantinya akan menjadi area parkir.
Tempat relokasi tersebut ditarget siap untuk diisi setelah Hari Raya Galungan nanti. Atau tepatnya pada pertengahan bulan Juni 2022.
“Untuk kegiatan fisik lain, sementara ini kami masih penyiapan akses jalan untuk pembuatan patung. Itu sudah mulai loading material,” bebernya sembari mengabarkan bahwa prosesi upacara kaitan dengan proyek tersebut telah dilaksanakan pada Kamis (2/6/2022). Seperti Matur Piuning di di tiga desa adat (Seminyak, Legian, dan Kuta), serta Mulang Pakelem yang dipusatkan di pesisir Pantai Kuta depan Pura Segara. (adi/jon)








