BulelengDaerahKesehatan

Bentuk TPPS, Pemkab Buleleng Optimis Turunkan Kasus Stunting

Tekan kasus stunting, Pemkab Buleleng bentuk TPPS.

BULELENG – Pemkab Buleleng bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buleleng. TPPS yang diketuai oleh Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra, tidak hanya diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus stunting, tapi juga sekaligus meningkatkan kesadaran, pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat terutama kesehatan ibu dan anak untuk mencegah stunting.

“Saya yakin, tim percepatan penurunan stunting mampu mencegah penambahan kasus stunting di Kabupaten Buleleng secara terstruktur, terarah dan terukur secara kuantitas maupun kualitas,” tandas Bupati Suradnyana, Kamis (28/4/2022) usai pengukuhan TPPS di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng.

Bupati Suradnyana menegaskan, meskipun jumlah kasus stunting di Buleleng mengalami penurunan dari 18,8 % pada tahun 2019 menjadi 8,9 % pada tahun 2020, gangguan tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus ini harus mendapat perhatian dan penanganan.

BACA JUGA:  Terima Audensi Cipayung-Plus, Dewan Apresiasi Pendidikan, Kesehatan dan Infratruktur

“Jumlah prevalensi kasus stunting menjadi 8,9 pada awal tahun 2021 membuat Buleleng berada pada peringkat tiga, daerah dengan jumlah minimal. Kondisi ini harus kita jaga, jangan cepat puas diri,lakukan penanganan dan pengendalian berbasis database yang baik dan benar,” tandas Suradnyana sembari menegaskan dengan database yang benar, akan diketahui penyebab serta dampak paling dominan kasus stunting, yang harus dikaji untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Senada dengan Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra yang dipercaya sebagai Ketua TP2S Buleleng menyatakan dari database juga dapat teridentifikasi unsur-unsur yang mempengaruhi seperti kondisi fisik, asupan gisinya, sanitasi dan lainnya.

“Dengan database yang akurat, tim yang solid dan berkompeten dibidangnya, serta adanya dukungan semua pihak termasuk juga jajaran TP-PKK, saya yakin dan optimis kasus stunting di Kabupaten Buleleng bisa ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.

Dengan sinergitas yang dilakukan TPPS dengan TP-PKK seperti sosialisasi edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh setiap keluarga serta perawatan kesehatan ibu dari masa kehamilan hingga melahirkan, kasus stunting minimal diharapkan dapat terwujud. (kar,dha)

Back to top button