
KARANGASEM—Wacana Pemkab Karangasem untuk membuat Perusahaan Daerah (Perusda) terus digulirkan. Kabarnya, rencana yang digagas Bupati I Gede Dana itu, kini tengah digodok untuk disempurnakan sehingga secepatnya bisa diajukan ke DPRD untuk dibahas.
Kendati baru wacana, namun kalangan anggota Dewan sudah mulai mengapresiasi rencana pembentukan Perusda dalam mengatur dan menjaga stabilitas harga hasil-hasil pertanian dan harga ikan hasil tanggkapan nelayan di Karangasem.
Kadek Wiesya Kusmia Dewi misalnya. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Karangasem ini, sangat mengapresiasi rencana Pemkab Karangasem tersebut.
“Perusda untuk mengatur tata niaga harga hasil pertanian milik petani dan nelayan sudah tentu sangat bagus, sehinga tidak lagi dimainkan tengkulak,” ucapnya.
Menurut Kusmia Dewi, sebagai perlindungan terhadap petani dan nelayan, pemerintah diwajibkan hadir dalam melakukan terhadap pasar melalui instrument yang dimiliki. Kami berharap kehadiran Perusda nanti, tidak saja akan mampu meningkatkan tarap hidup nelayan dan petani, juga akan mampu membangkitkan perekonomian Karangasem,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan I Made Juwita. Anggota Fraksi NasDem, asal banjar Dinas Yeh Kali, Desa Seraya Tengah, ini mengaku sangat mendukung rencana Pemkab Karangasem membuat Perusda tersebut. Menurutnya dengan adanya Perusda tersebut, pemerintah akan bisa menjaga stabilitas harga ikan saat tangkapn nelayan melimpah.
“Saya sering mendapat keluhan dari nelayan, apalagi saat tangkapan melimpah,harganya anjlok,” ujarnya.
Kendati demikian, terkait rencana pembentukan Perusda itu, Pemkab Karangasem konsiten, pihaknya mewanti-wanti agar pemkab konsisten. Artinya, ketika Perusda itu sudah terbentuk, yang diuntungkan adalah rakyat.
“Kelau Perusda itu muaranya untuk kepentingan masyarakat saya pasti setuju, apalagi Karangasem memiliki potensi ikan yang cukup besar dengan panjang pantai nomor dua di Bali,” ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Karangasem I Gede Dana, mengatakan, potensi Karangasem di bidang pertanian dan perikanan cukup besar. Bahkan di sector pertanian, hasil tangkapan ikan di wilayahnya menduduki perinkat pertama di Bali. Kendati demikian, nelayan masih tidak berdaya, karena hasil tangkap ikan, sebagian besar diambil oleh para pedagang dari Kusamba dengan harga yang sangat murah.
“Perusda yang sedang dirancang ini kami harapkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan harga yang kerap anjlok. Perusda akan membeli hasil tangkapan ikan dari nelayan. Saat musim paceklik ikan, barulah dikeluarkan lagi untuk menjaga kestabilan harga di pasa,”jelas Bupati Dana, kepada awak media beberapa waktu lalu.
Perusda kata Bupati, tidak hanya menampung hasil tangkapan nelayan, namun akan bergerak di bidang usaha lainya, seperti perdagangan dan pertanian.
“Saat ini rancangannya sedang digodog untuk disempurnakan agar secepatnya mendapatkan pembawasan di DPRD. Muara dari pembuatan Perusda ini untuk meningkatkan taraf hidup nelayan maupun petani. Tentu ini menjadi harapan berdasama, baik kami di eksekutif maupun teman-teman di legislatif,” pungkas Bupati. (wat/jon)








