
Pembukaan Diktudba Polri Gelombang I Tahun 2022 di SPN Polda Bali Singaraja
BULELENG – Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri Gelombang I tahun anggaran 2022, tak hanya dimanfaatkan Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Ketut Suardana untuk menyampaikan kebijakan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan transformasi polri yang presisi.
Kepada 333 orang calon bintara Polri yang akan menjalani pendidikan selama 5 bulan, Suardana juga mengingatkan pentingnya proses pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul pada era Police 4.0.
“Program Diktuk 11.175 Bintara dan Tamtama Polri T.A. 2022 yang dibagi 2 gelombang dan dilaksanakan pada 29 SPN di Indonesia, termasuk SPN Polda Bali dengan 333 peserta untuk gelombang I, diharapkan mampu menjawab tantangan kekinian, era digitalisasi dan tuntutan layanan masyarakat yang semakin baik,” tandas Brigjen Pol Suardana, Selasa (8/2/2022) saat membuka Pendidikan dan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2022 di SPN Polda Bali di Singaraja.
Mewakili Kapolda Bali Irjen. Pol. Putu Jayan Danu, perwira polisi asal Desa Kedis Kecamatan Busungbiu ini menegaskan, proses Diktuk bintara dan tamtama sebagaimana amanat Kalemdiklat Polri, Komjen. Pol. H. Rycko Amelza Dahniel, menjadi penting karena para bintara dan tamtama merupakan garda terdepan Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada warga masyarakat.
“Kemampuan dan prilaku bintara dan tamtama di lapangan akan menentukan wajah Polri dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisinya, Polri Yang presisi,” tegasnya.
Pada proses Diktuk yang relatif singkat, dengan prinsip mengutamakan kualitas dan porsi lebih besar pada praktek kerja lapangan, ada penekanan kepada siswa ‘Jagaditha Drana Parahita’ untuk dipedomani dan dilaksanakan.
“Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa, tetap disiplin dan patuhi prokes, jangan lengah, jangan kendor guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus Polri,” terangnya. (kar yan)








