
KARANGASEM-Sebanyak 51 Desa di Kabupaten Karangasem akan menggelar Pemilihan Peberkel (Pilkel) secara serentak 21 Mei mendatang. Nuansa politik kian terasa kendati coblosan baru akan dilakukan 5 bulan kedepan.
Di Desa Tegallinggah, Kecamatan Karangasem, misalnya. Hangatnya perebutan kursi jabatan perbekel mulai terasa sejak panitia membuka pendaftaran kandidat 17 Januari lalu. Sampai saat ini sudah ada tiga kandidat yang menyatakan kesiapannya untuk berturung, merebut kursi Perbekel yang dipertahanan petahana I Gede Sudiarsa. Tiga kandidat calon perbekel pendatang baru itu, yakni I Made Wijana, I Wayan Sukariana, I Made Sudarma.
Hangatnya tensi politik di Desa Tegallinggah, mulai terasa saat I Made Wijana mendaftarkan diri sebagai calon perbekel yang dikawal beberapa massa dari Banjar Karangcermen dan Banjar Nyuling. Dua pendatang baru lainnya, yakni I Wayan Sukariana dan I Made Sudarma juga melakukan psywar yang sama, namun tidak begitu kelihatan.
Gempuran yang dimainkan tiga kompetitornya itu, ditanggapi dingin inkamben Gede Sudiarsa. Pria yang baru satu periode menjadi Perbekel Desa Tegallinggah itu, mengaku tidak terlalu memikirkan manuver yang dimainkan lawan-lawannya.
Tapi, desakan dari para pendukungnya untuk mengawal pendaftarannya membuat dia tidak berdaya.
“Mereka datang secara sepontan, banyak juga teman-teman yang WA karena tidak tahu jadwal pendaftaran ini. Tapi saya sampaikan pengawalan seperti ini tidak terlalu penting, karena masih dalam situasi poandemi Covid-19,” terang Sudiarsa, usai mendaftar sebagai calon Peberkel Desa Tegallinggah, Selasa (25/1/2022).
Satu periode memimpin Desa Tegallinggah yang mewilayahi lima banjar dinas, yakni Banjar Balepunduk Kaler, Balepunduk Kelod, Banjar Tegallinggah, Banjar Karangcermen dan Banjar Nyuling, Sudiarsa dinilai sudah matang dalam kepemimpinannya menjadi Perbekel.
Program pembangunan dengan konsep Bihineka Tunggal Ika yang dijalankan semakin melekat dihati masyarakat. Selama kepemimpinannya program pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya menyentuh krama hindu, nyama muslim yang ada di dua banjar yakni Banjar Karangcermen dan Banjar Nyuling juga tidak luput dari perhatianya. Selama ini, kata Sudiarsa rasa kebhinekaan antar warga selalu dikedepankan, mengingat desa yang dipimpinnya memiliki keragaman agama.
“Toleransi antar umat beragama selalu kami kuatkan melalui program pembangunan fisik dan non fisik berazaskan keadilan, tanpa melihat suku agama ataupun golongan. Terpenting semua program pembangunan yang kami gulirkan sesuai mekanisme demi terciptanya pemerintahan dedsa yang trasfaran,” ucap pria yang disapa Bangking itu.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Perbekel Desa Tegalinggah, I Made Widnyana mengatakan, tahapan pendaftaran calon peberkel masih berlangsung kondusif. Kendati beberapa kandidat calon saat mendaftar menghadirkan masa pendukung, namun tidak sampai menghalangi tahapan Pilkel yang sedang berjalan.
“Sampai saat ini baru ada empat kandidat yang mengambil form pendaftaran, kumungkunan bisa bertambah, mengingat pendaftaran baru ditutup 27 Januari mendatang,” pungkasnya. (watt)








