
TABANAN – Sebanyak 247 taruna Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali di Desa Samsam, Kerambitan dilantik, Senin (22/11/2021). Dalam proses pembelajaran Poltrada menerapkan tiga pilar yakni profesional, etika dan prima. Etika menjadi perhatian serius terutama dalam upaya mencegah kekerasan seksual di kampus.
Direktur Poltrada Bali Dr. Efendhi Prih Raharjo usai pelantikan mengatakan , siswa atau taruna yang menjalani pendidikan di Poltrada Bali diharapkan memiliki tiga pilar yakni profesional, beretika dna prima. Taruna diharapkan memiliki kompetensi bagus dibarengi dengan etika yang baik. Terkait dengan SK mendikbud tentang pencegahan kekerasan seksual di kampus, melihat siswa Poltrada tinggal bersama di asrama, Efendi menegaskan , pihaknya menekankan etika kepada seluruh taruna. Apalagi mereka sudah menandatangani pakta integritas.
“Etikanya kami bangun. Sekali mereka melanggar etika berat, pasti keluar,” tegasnya.
Mencegah adanya kekerasan seksual, pihaknya bersama senat tengah membahas aturan mengenai hal tersebut. Selain itu di setiap peleton yang berjumlah 24 orang ada satu pengasuh yang selalu mengawasi penuh setiap aktivitas taruna.
“Kami melakukan pengawasan melekat, termasuk dengan menempatkan CCTV. Sampai saat ini tidak ada kekerasan seksualitas. Semoga tidak ada,” harapnya.
Sementara itu, terkait pelantikan 175 orang telah menjadi taruna muda atau mahasiswa baru, dan 72 orang menjadi taruna remaja naik ke tingkat II. Pelantikan dan pendidikan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Mereka seluruhnya mengambil program Diploma III Manajemen Transportasi Jalan (MTJ), Teknologi Otomotif (TO) dan Manajemen Logistik (M.Log).
Efendhi Prih Raharjo mengatakan penetapan taruna Poltrada Bali yang dilantik ini sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Politeknik Politeknik Transportasi Darat Bali Nomor SK/Poltrada Bali 225 Tahun 2021. Bahwa kenaikan tingkat taruna/I diperlukan sebagai tindak lanjut bahwa taruna/I tersebut sudah melewati proses pembelajaran di semester II dan calon taruna yang dinyatakan lulus dalam evaluasi masa dasar pembentukan karakter (Madatukar) yang dapat dilantik menjadi Taruna Poltrada Bali.
“Karena masa pandemi, pelantikan dan kenaikan pangkat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Orang tua dihadirkan secara virtual,” terangnya.
Dengan dilantiknya calon taruna muda menjadi taruna muda, taruna muda menjadi taruna remaja, bukan berarti perjuangan telah berakhir, justru sebaliknya. Ini merupakan awal perjalanan panjang yang sarat dengan tantangan dan cobaan.
“Para taruna dituntut untuk dapat menyelesaikan masa kuliah dan praktek selama pendidikan di kampus Poltrada Bali ini,” tegasnya.
Prih Raharjo menegaskan kepada seluruh orang tua, Poltrada Bali juga memberikan jaminan kepada orang tua/wali bahwa Pendidikan di Poltrada Bali tidak ada tindakan kekerasan yang dapat merugikan semua pihak. Bahkan Poltrada Bali juga berkomitmen menindak tegas dan tidak pandang bulu bagi siapapun yang melakukan tindakan diluar dari ketentuan yang berlaku.
“Kami sudah buat aturan, intinya tidak ada sama sekali kekerasan,” pungkasnya. (jon)








