
TABANAN – Pasangan Ida Bagus Putu Wisnu dan Ida Ayu Adiningsih telah melewati prosesi Mediksa (penobatan sulinggih) pada 27 Oktober lalu di Griya Beraban Manuaba Jalan Gunung Semeru Tabanan. Bergelar Ida Pedanda Gede Panji Manuaba dan Ida Pedanda Istri Panji Manuaba, keduanya siap melayani dan mendoakan umat.
Usai prosesi Mediksa, Ida Pedanda Panji mengaku sejumlah prosesi telah dilewati.
“Pertama nuwur (memohon) kepada Guru Nabe, Guru Waktra dan Guru Saksi, untuk bersedia melakukan Pediksan. Tahapan kedua, melakukan Pakeling ke Merajan dan Pura, di Kahyangan Tiga dan Linggih Ida Batara Lelangit,” ujarnya, Selasa (2/11/2021).
Setelah berdoa berkeliling Kabupaten di Bali, Ida Pedanda menyiapkan sarana upacara. Termasuk menyampaikan ke PHDI supaya berkenan melaksanakan Diksa Pariksa. Acara Diksa Pariksa dihadiri oleh Cokorda Tabanan, tokoh Puri dan Semeton Griya.
“Termasuk dari sejumlah Peranda yang ditunjuk Parisada,” ungkapnya.
Didukung Banjar dan Desa Adat, termasuk pemerintah Tabanan, terakhir dilakukan prosesi Nyeda Raga.
“Itu proses menghilangkan sisi Sad Ripu dan Sapta Temira. Menghadirkan Sang Catur Sanak, untuk menuntun secara Niskala melindungi calon Disksita,” jelasnya.
Pada puncak acara, 27 Oktober acara Metapak atau peresmian sebagai sulinggih.
“Kami telah diumumkan PHDI, telah berganti nama menjadi Ida Pedanda Gede Panji Manuaba dan Ida Pedanda Istri Panji Manuaba,” ungkapnya.
Dalam peresmian yang dihadiri Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Bupati Tabanan yang dihadiri Camat, juga dihadiri Para Manggala Griya dan sulinggih sejebag Tabanan. Bahkan hadir dari tokoh Puri.
Setiap pagi hari, Ida Pedanda akan mendoakan umat dan dunia.
“Setiap pagi melakukan Surya Sewana, mendoakan umat, mendoakan keluarga. Ke depan sulinggih betul-betul melakukan sesuai aturan kesulinggihan,” pungkasnya. (jon)








