
BADUNG – Rangkaian Karya Manca Wali Krama lan Pedudusan Agung Pura Luhur Uluwatu dilaksanakan mulai September 2021 dan puncak Karya pada 30 November 2021.
Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta selaku Pengemong Pura Luhur Uluwatu mengatakan, sejauh ini rangkaian Karya yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali itu berjalan sebagaimana mestinya dengan dibarengi implementasi protokol kesehatan.
“Pesiapan dan simulasi sudah dilakukan. Pelaksanaan rangkaian Karya Manca Wali Krama juga diawasi oleh Jagabaya, Pecalang, Linmas, serta dari Pemerintah Kabupaten Badung seperti Dinas Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP,” kata Made Sumerta.
Pelaksanaan upacara digelar di atas kawasan yang cukup luas dan dilakukan pengaturan untuk menghindari potensi terjadinya kerumunan. Selain di Pura Luhur Uluwatu, rangkaian Karya juga dilaksanakan pada tujuh Pura Prasanak, yaitu Pura Dalem Kulat, Pura Pererepan, Pura Dalem Selonding, Pura Dalem Pangleburan, Pura Karang Boma, Pura Goa Batu Metandal, dan Pura Goa Tengah. “Pelaksanaan Karya memang mundur karena pandemi Covid-19,”ungkapnya sembari berharap kepada segenap masyarakat turut mendukung suksesnya gelaran Karya dan tidak memaksakan diri untuk tangkil jika merasa kurang sehat.
Terpisah, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta selaku Sekretaris Karya Manca Wali Krama lan Pedudusan Agung Pura Luhur Uluwatu menyampaikan, setiap proses diupayakan secara maksimal mengikuti protokol kesehatan. Seperti prosesi Ngungkab Lawang pada Minggu 3 Oktober 2021 yang hanya melibatkan beberapa orang tanpa mengurangi esensi dan kesakralan upacara.
Ia berharap kepada pemedek senantiasa mengikuti arahan yang diberikan terkait protokol kesehatan, serta jadwal yang telah ditentukan demi kenyamanan bersama dan kelancaran pelaksanaan Karya. “Nanti kami juga siapkan tenaga medis untuk standby,” katanya. (adi)








