
BADUNG – Bertepatan dengan Purnama Kapat, Selasa 21 September 2021, Desa Adat Tuban menggelar tradisi Siat Geni (perang api) di pelataran Pura Dalem Kahyangan setempat.
Bendesa Adat Tuban I Wayan Mendra yang dihubungi, Kamis 23 September 2021, menyampaikan tradisi Siat Geni di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. “Ini kami laksanakan dengan tetap mengacu dan memperhatikan aturan berlaku. Pengawasan dilakukan Satgas Covid Tuban bersama pecalang,”ujarnya.
Pemuda yang dilibatkan juga dibatasi hanya 18 orang. Itupun dibagi menjadi tiga sesi sehingga hanya enam orang yang berperang di masing-masing sesi. Penyelenggaraannya juga meerapkan aturan line. Satu orang di setiap kubu hanya boleh menyerang satu orang pada kubu lawan. “Tidak boleh keroyokan ataupun menyerang dengan menyilang dari line masing-masing dari yang biasanya dilakukan dalam situasi normal,”ungkapnya.
Begitu juga dengan sarana yang dipergunakan dibatasi hanya 15 sabut kelapa. “Mohon maaf jika kesannya diam-diam, termasuk tidak mengundang media masa karena khawatir banyak orang datang menonton seperti pada situasi normal,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, Siat Geni merupakan tradisi turun-temurun yang dimiliki Desa Adat Tuban. Dalam ritual tersebut, ada puluhan pemuda dilibatkan. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok kemudian mengadu sabut kelapa berbara api di pelataran Pura Dalem Kahyangan setempat.
Tradisi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk persembahan kepada Kala Gni Ludra dalam Pujawali di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban. Maknanya adalah untuk menyucikan semua hal bersifat buruk, serta menetralisir Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Untuk diketahui, pada tahun 2020 lalu, tradisi dilaksanakan jauh lebih sederhana yaitu diwakili dua orang pemangku Kahyangan Tiga, yang kemudian mengadu 66 batang dupa. Masing-masing pemangku membawa 33 batang dupa. (adi)








