
BADUNG – Setahun lebih, pendapatan usaha watersport di Tanjung Benoa menurun akibat pandemi Covid-19. Bahkan, beberapa pengusaha memilih menutup sementara tempat usaha mereka.
Beberapa waktu terakhir, kunjungan wisatawan domestik mulai menggeliat ke sejumlah watersport, tapi tak seramai sebelum pandemi. Kondisi tersebut berdampak kepada beberapa orang karyawan yang memilih pekerjaan lain seperti menjadi buruh bangunan agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. “Semoga pariwisata Bali cepat pulih dan ekonomi bangkit lagi. Teman-teman yang biasanya bawa tamu ke sini sudah sampai kerja di proyek dan lain-lain,” kata Wayan Mardika selaku penanggungjawab operasional Bali Indah Water.
Ia pun berharap kepada wisatawan domestik yang berlibur ke Bali agar menikmati wahana watersport di kawasan Tanjung Benoa. Terlebih, pekan depan digelar Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ke-VIII di Kawasan Nusa Dua yang diharapkan dapat membantu kunjungan ke watersport. “Harapan saya selesai kegiatan mereka bisa mampir menikmati wahana watersport. Itu sangat dapat membantu pariwisata yang ada khususnya di sini,” harap Mardika.
Segendang sepenarian, Atmadi Segara selaku Pengelola Pandawa Marine Adventure mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan ke Tanjung Benoa masih sepi. “Saya sangat mengapresiasi Munas Kadin diselenggarakan di Bali. Jika jumlah peserta sampai dua ribu orang, kami senang sekali. Terlebih mereka mampir ke sini setelah kegiatan dan menikmati wahana watersport yang ada di Tanjung Benoa, itu cukup membantu kami,” harapnya.
Ia mengungkapkan, pelaku pariwisata di kawasan Tanjung Benoa sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama dan kedua sebagai bagian proteksi diri sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman. “Kami juga menerapkan protokol kesehatan. Jika dari dua ribu peserta Munas Kadin itu ada puluhan orang datang ke sini tentu dapat menghidupi usaha watersport saat ini,”ujarnya.
“Apalagi misalnya di Pandawa Marine Adventure dikunjungi puluhan orang dari total peserta sehingga dapat menghidupi perusahaan agar tidak seperti dulu (awal-awal pandemi Covid-19). Servis kepada tamu tetap kita utamakan dengan protokol kesehatan. Kami sudah divaksin semua jadi tentu akan makin membuat wisatawan aman dan nyaman selama berlibur,” ungkapnya.
Tak hanya di kalangan pengusaha, para pedagang souvenir di sekitar lokasi watersport menaruh harapan yang sama karena mereka hanya bergantung pada kunjungan wisatawan domestik. “Semoga ramai lagi seperti dulu, dagangan saya banyak laku di beli. Sekarang sepi sekali sampai siang pun belum tentu laku. Kalaupun tidak semua orang itu (peserta Munas Kadin) ke sini, tapi kalau ada ratusan dan berbelanja sangat membantu sekali pendapatan saya,” ucap Ni Wayan. (dum)








