
TABANAN – Kebun Raya Bali merayakan HUT ke-67 dengan mengusung tema Ajegang Bhuana, Nguripang Budaya, yang bermakna menjaga alam sekaligus menghidupkan budaya.
Rangkaian perayaan yang berlangsung pada 11, 12, dan 15 Juli 2026 menghadirkan berbagai kegiatan budaya, edukasi, kuliner, wellness, hingga konservasi yang mengajak masyarakat menikmati kekayaan alam dan tradisi Bali dalam satu pengalaman yang utuh.
Kebun Raya Bali yang berdiri sejak 15 Juli 1959 telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kawasan konservasi tumbuhan pegunungan tropis, serta ruang yang mempertemukan fungsi konservasi, penelitian, edukasi, rekreasi, sekaligus pelestarian budaya yang tumbuh selaras dengan alam.
Perayaan HUT dimeriahkan pertunjukan tari kecak yang untuk pertama kalinya dipentaskan di Amphitheater Surya Nirwana dengan panorama Danau Beratan. Selain itu, juga digelar Ngelawar Fest untuk melestarikan warisan kuliner tradisional Pulau Dewata.
Para peserta menampilkan keahlian mereka dalam mengolah berbagai jenis lawar dengan tetap mempertahankan cita rasa autentik, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang melekat pada hidangan tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah edukasi sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi Bali kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Semangat menjaga keseimbangan alam juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan konservasi, mulai dari Wellness Activity yang diikuti 67 peserta yoga sebagai simbol perjalanan 67 tahun Kebun Raya Bali, workshop tanaman seperti kokedama, begonia, dan sukulen, hingga seremoni puncak berupa upacara adat, jalan sehat, serta penanaman pohon bersama BRIN sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
“Melalui perayaan HUT ke-67 ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menghubungkan alam, budaya, dan tradisi dalam satu destinasi. Kami berharap Kebun Raya Bali terus menjadi ruang kolaborasi bagi konservasi, edukasi, dan edukasi budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto.
Sementara, Plt. Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Djoko Nugroho, berharap Kebun Raya Bali memiliki satu upaya, karya dalam rangka melestarikan lingkungan, memperkaya kegiatan mencintai lingkungan, menambahkan edukasi khususnya kepada masyarakat sekitar, tak hanya Bali, tapi juga nasional hingga global.
“PT Mitra Natura Raya sangat profesional untuk menjalankan kegiatan-kegiatan sesuai dengan fungsinya, lima fungsi kebun raya dan tentunya bisa berekspresi, mengaktualisasi ide-ide yang lebih brilian untuk meningkatkan Kebun Raya Eka Karya Bali ini menjadi lebih hebat, dan lebih dikenal masyarakat Indonesia dan masyarakat global,” ujarnya. (*)








