
KUTA – Satgas Bebanjaran yang dibentuk oleh masing-masing banjar adat di wilayah Kecamatan Kuta, bukan hanya bergerak menyikapi tumpukan sampah liar. Melainkan juga gencar melakukan edukasi secara door to door.
Demikian halnya seperti yang dilakukan Satgas Banjar Pemamoran dan Banjar Buni Desa Adat Kuta pada Minggu (10/5/2025). Pelaksanaan edukasi dirangkaikan dengan sidak penduduk non permanen, menyasar tempat-tempat kost, dan warung-warung.
Sekretaris Camat Kuta, Made Agus Suantara mengatakan bahwa itu merupakan salah satu wujud kolaborasi antara pemerintah kecamatan dengan desa adat. Yakni melalui Satgas yang diketuai kelian banjar adat dan kepala lingkungan sebagai wakil ketua, serta krama termasuk pula pecalang banjar.
“Untuk penanganan sampah kita optimalkan kolaborasi dengan desa adat melalui Satgas masing-masing. Satgas di tiap banjar langsung turun melakukan edukasi pemilahan sampah sekaligus pendataan krama tamiu di wilayahnya,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Sementara ini, sambung dia, sebagian rumah kost dan pelaku usaha sebenarnya sudah mulai melaksanakan pemilahan sampah. Namun demikian, masih banyak pula yang belum disiplin menjalankannya.
Edukasi dilakukan, juga dengan membagikan selebaran hingga menempelkan informasi terkait aturan adat dan jadwal pembuangan sampah yang diberlakukan. “Kami terus gencarkan pendataan dan edukasi. Sasaran utamanya pendatang di rumah kost dan para pedagang. Ada yang sudah memilah sampah, tapi masih ada juga yang belum,” jelasnya.
Karenanya, penggencaran edukasi ini diharapkan dapat dilakukan oleh seluruh banjar adat se-Kecamatan Kuta. Sehingga segenap masyarakat bisa memahami aturan yang berlaku. (adi)








