
KUTA – Pemerintah Kabupaten Badung mulai merealisasikan proyek ambisius Museum Taman Perdamaian Bali. Prosesi ngeruak bahkan telah dilaksanakan, yang disusul sosialisasi pada Sabtu (2/5/2026) lalu.
Pembangunan museum ini disambut antusias Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana. Dia menjelaskan, museum ini dibangun di atas lahan seluas 15 are yang sebelumnya merupakan lokasi tempat hiburan Sari Club. Ke depan, museum ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi bagi masyarakat dan wisatawan, agar tragedi kelam 12 Oktober 2002 tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang.
Pembebasan terhadap lahan tersebut, katanya telah melalui proses yang alot. Namun atas dorongan dari berbagai pihak, termasuk negara-negara asal para korban dan keluarga korban Bom Bali, lahan bersangkutan akhirnya bisa dibebaskan dengan nilai sekitar Rp61 miliar.
“Awalnya tidak mudah, karena pemilik lahan tidak mau melepas. Namun, karena dorongan dari berbagai pihak termasuk negara-negara korban dan keluarga korban, akhirnya lahan bisa dibeli pemerintah untuk kepentingan non-komersial,” ungkapnya.
Museum yang akan didirikan di barat Monumen Bom Bali ini kabarnya didesain memiliki lima lantai di atas permukaan dengan tambahan dua lantai basement untuk parkir. Di dalamnya, museum akan menampilkan berbagai informasi dan dokumentasi terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi pada tahun 2002 silam. Di samping itu, juga akan disiapkan ruang bagi pelaku UMKM sebagai bagian dari pengembangan kawasan.
Untuk pengelolaan terhadap museum, sepengetahuan dia, akan berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. Namun demikian, Alit Ardana berharap agar desa adat bisa dilibatkan melalui skema kerja sama, termasuk dalam hal penyediaan tenaga kerja lokal.
Dikutip dari laman LPSE Kabupaten Badung dengan alamat https://spse.inaproc.id/badungkab, Belanja Pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali ini telah menginjak pada tahap Penandatanganan Kontrak dengan PT Bianglala Bali sebagai Pemenang Tender. Nilai Pagu Paket proyek ini adalah sebesar Rp. 145.739.876.000,00, dengan Nilai HPS Paket sebesar Rp. 133.791.802.655,00. (adi)








