
Dua patung Gajah Mada dan Kebo Iwa yang merupakan gagasan Komang Gede Sanjaya
TABANAN – Masyarakat Tabanan patut tetep makenyem dan bangga jadi orang Tabanan. Ini dikarenakan Tabanan memiliki calon bupati yang diusung PDIP yang berjiwa budayawan.
Kebudayawanan Dr. Sanjaya ini bisa dilihat dari beragam ide dan gagasannya yang kemudian terealisasi nyata. Seperti ide dan pembuatan patung Ganesha bermuka tiga di pertigaan Banjar Dauh Pala dan program lainnya dalam upaya melestarikan seni dan budaya.
Ide dan gagasan terbarunya juga terlihat dari dipasangnya dua patung terbaru diarea Taman Bung Karno. Taman Bung Karno ini berlokasi persis di sebelah timur gedung kesenian kebanggaan masyarakat Tabanan, Gedung Kesenian I Ketut Maria.
Keberadaan patung Gajah Mada dan Kebo Iwa yang dipasang bertepatan dengan rahina sasih Kaenem, Senin (30/11/2020) ini menjadikan Taman Bung Karno ini terlihat semakin artistik dan hidup. Terlebih lagi dengan latar belakang panggung terbuka Garuda Wisnu Serasi menjadikan kawasan Taman Bung Karno sebagai ruang terbuka hijau yang bertaksu dan sangat layak dijadikan pusat kegiatan seni dan budaya.
Patung Gajah Mada dan Kebo Iwa yang dibuat seniman patung lokal Tabanan ini sendiri dipasang bersebelahan pada bagian depan Taman Bung Karno sebagai apit lawang dengan ketinggian masing-masing sekitar tiga meter diatas pondasi.
Sanjaya mengaku, pemasangan patung Gajah Mada dan Kebo Iwa di Taman Bung Karno ini, lahir dari gagasannya. Menurutnya, pemasangan kedua patung tersebut sebagai simbol pemersatu bangsa.
“Saya bangga dan sangat bersyukur, gagasan dan ide saya untuk memperindah Taman Bung Karno dengan memasang patung Gajah Mada dan Kebo Iwa akhirnya terealisasi. Spirit pemasangan kedua patung ini sebagai pemersatu bangsa dan bersatunya seluruh masyarakat Tabanan,” ungkapnya.
Sanjaya mengatakan, sebagai bagian dari Bali yang dikenal sebagai pusat seni dan budaya, maka dalam membangun Tabanan dirinya sangat peduli terhadap dua hal tersebut. Termasuk berupaya mendorong terrekontruksinya seni-seni kuno di Tabanan.
Kedepan kalau nanti dirinya terpilih sebagai bupati Tabanan, akan memberi ruang seluas-luasnya bagi kehidupan seni dan budaya. Sehingga seni dan budaya semakin terlihat sebagai jiwa dan taksu Tabanan.
“Saya pecinta seni dan budaya. Ketika saya dipercaya sebagai bupati Tabanan salah satunya tentu saya berkewajiban berjuang untuk merealisasikan program-program pelestarian seni dan budaya,” pungkasnya.(jon)








