
MANGUPURA – Wacana memanfaatkan air banjir menjadi air baku PDAM yang dilontarkan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, langsung disikapi oleh Perumda air Minum Tirta Mangutama Badung. Menurut perusahaan plat merah ini secara teknis sangat memungkinkan memproses air banjir menjadi air baku PDAM.
Direktur Utama (Dirut) Perumda air Minum Tirta Mangutama Badung I Wayan Suyasa menjelaskan air banjir secara teknis dapat menjadi sumber air baku, setelah melalui serangkaian proses. “Secara teknis memungkinkan, teknologi yang digunakan adalah Reverse Osmosis (RO). Sistem penyaringan dengan menggunakan membran,”jelas Suyasa saat dikonfirmasi, Senin (2/2).
Sistem yang akan digunakan sifatnya portable, sehingga bisa dipindahkan ke titik banjir. “Dimana ada titik banjir, kesana alat ini akan dibawa. Setelah air banjir diproses, kemudian diinjeksi ke jaringan pipa PDAM terdekat,”ujarnya.
Disinggung mengenai kualitas air banjir di perkotaan yang tercemar sampah dan limbah berbahaya, menurut Suyasa dalam pengolahannya nanti, tidak hanya menggunakan membran sebagai penyaring, tapi ditambahkan zat kimia untuk membunuh kuman dan mikroorganisme berbahaya.
“Setelah kualitas air sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan Permenkes, baru air tersebut kita salurkan melalui jaringan pipa PDAM,”imbuhnya. Untuk merealisasikan rencana ini, PDAM tidak akan bekerja sendiri, tetapi menggandeng pihak ketiga.
“Kita akan bekerjasama dengan pihak ketiga. Alat dan operasionalnya mereka yang melakukan, kita akan membayar sesuai dengan jumlah air yang diproses,”paparnya. Saat ini pihaknya tengah mematangkan perencanaan dengan pihak ketiga, agar rencana ini bisa segera direalisasikan. (lit,dha)








