
BADUNG- Berbagai unsur bergotong-royong melakukan aksi bersih Pantai Kuta, Selasa (3/2/2026). Aksi tersebut didasari atas surat dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1611/Badung, tertanggal Senin (2/2/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Arjana menuturkan, pembersihan “sampah kiriman” di pesisir pantai barat Kabupaten Badung, sesungguhnya sudah secara simultan dilakukan di setiap periode kedatangannya. Dan itu memang dilakukan atas kolaborasi berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masyarakat, serta anak-anak sekolah.
“Tentu pelaksanaannya tidak bisa parsial. Tapi harus secara kontinu. Karena sampah pantai ini, kita bersihkan pagi, kemudian sore akan datang lagi, sehingga besok paginya kita bersihkan lagi,” ucapnya didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, AA Gede Dalem.
Selama periode musim sampah kiriman, di setiap hari katanya ada ratusan ton sampah yang menepi di pantai barat Badung. Dengan volume tertinggi yang terjadi di bentang pantai wilayah Kecamatan Kuta.
Menyikapi fenomena tahunan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui instansi terkait, dipastikan sudah bergerak optimal setiap hari, dengan ratusan tenaga dan armada dimiliki. Namun diakui, atas tingginya volume sampah yang datang secara terus menerus, langkah itu masih membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Belum lagi yang disikapi bukan hanya sampah pantai, melainkan juga sampah perkotaan dan pedesaan.
“Tinggal sekarang kolaborasi mengundang masyarakat, lembaga, instansi pemerintah, untuk sesuai arahan Bapak Presiden bersama-sama membersihkan pantai yang menjadi ikon pariwisata di Bali,” sambungnya sembari mengatakan bahwa pelibatan anak sekolah, sekaligus bertujuan untuk mengedukasi tentang disiplin pengelolaan sampah.
Ditanya soal jenis sampah yang menepi di pantai, kata dia, ada yang berupa sampah organik dan anorganik. Kuat dugaan banyak pula yang datang dari luar Bali.
Sementara terpisah, Sekretaris Camat (Sekcam) Kuta, I Made Agus Suantara menuturkan bahwa kegiatan bersih-bersih tersebut bukan hanya dilaksanakan di Pantai Kuta, melainkan juga di Pantai Kedonganan.
Baginya, terlaksananya kegiatan tersebut merupakan bukti perhatian berbagai pihak. Termasuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagaimana ditekankan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.
“Bapak Presiden merasa perhatian terhadap kita semuanya yang ada di Bali, khususnya di Kuta, bagaimana kita memiliki daerah pariwisata yang harus bersih. Karena situasi kondisi ini, seperti apa yang disampaikan Bapak Presiden, di bulan Desember itu memang sampah kiriman banyak sekali, yang notabene kita sudah melakukan aksi,” ucapnya.
Sampah di musim angin barat, kata dia, menepinya tidak dapat diprediksi, bisa setiap jam, bahkan setiap menit. Karenanya, partisipasi berbagai pihak, menjadi suatu hal yang sangat diharapkan.
“Jumat lalu kita sudah melakukan bersih-bersih pantai juga bersama stakeholder pariwisata, hotel-hotel yang ada di sepanjang Kuta ini. Kita sudah terjunkan pegawai hotelnya untuk bisa ikut membersihkan pantai,” ucapnya seraya menyebut pelibatan akomodasi wisata itu tidak tertutup kemungkinan akan dilaksanakan secara rutin. (adi)








