
Ida Rsi Putra Manuaba menghadiri perayaan Kumbh Mela 2025 yang berlangsung di Prayag Raj (sekarang dikenal dengan nama Allahabad)
INDIA – Ida Rsi Putra Manuaba bersama shantisena Ashram Gandhi Puri menghadiri perayaan Kumbh Mela 2025 yang berlangsung di Prayag Raj (sekarang dikenal dengan nama Allahabad) sejak 21-23 Februari 2025.
Kumbh Mela adalah salah satu perayaan keagamaan terbesar dan paling terkenal di India. Perayaan ini dipersembahkan untuk menghormati dewa-dewi Hindu, dan dipandang sebagai waktu yang sangat sakral bagi umat Hindu untuk mandi di sungai-sungai suci, yang diyakini dapat membersihkan dosa-dosa mereka dan memberikan pahala spiritual.
Dalam press rilis yang disampaikan Ida Rsi Putra Manuaba, Minggu (23/2/2025) menyampaikan,ia yang ikut hadir di Triveni Sanggam yakni pertemuan tiga sungai Sungai Gangga, Yamuna, dan Sarasvati bertemu di Prayag Raj, lokasi pelaksanaan Purna Kumbh Mela, Purna Kumbh Mela, yang hanya dilaksanakan sekali dalam 144 tahun, sehingga merupakan peristiwa yang sangat langka dan penuh makna.
Selama perayaan ini, jutaan peziarah dari seluruh dunia datang untuk berpartisipasi dalam ritual mandi di sungai Triveni Sanggam (pertemuan tiga sungai). Mereka percaya bahwa mandi di sungai ini dapat membebaskan mereka dari karma buruk dan dosa-dosa masa lalu. Selain itu, Kumbh Mela juga diwarnai dengan berbagai kegiatan spiritual seperti doa, meditasi, ceramah keagamaan, dan upacara keagamaan.
Ida Rsi Putra Manuaba peraih Internasional Jamnalal Bajaj Award 2011 dan Padma Shri Award 2020, yang dikenal atas upayanya dalam mempererat persaudaraan antara Indonesia dan India, khususnya melalui TitiBanda Indonesia-India Sanggam mengatakan, peziarah datang untuk membersihkan diri secara spiritual, sementara yang lain ingin merasakan pengalaman budaya yang mendalam.
Kumbh Mela adalah satu-satunya acara di mana biksu yang diselimuti abu, yang telah meninggalkan dunia, berbaur dengan guru-guru masa kini yang menyampaikan ceramah langsung kepada para wisatawan asing.
“Kumbh Mela kali ini menyuguhkan pengalaman tak terbayangkan,” ungkap Ida Rsi Putra Manuaba.
Menurut Ida Rsi Putra Manuaba acara ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi umat Hindu untuk mendapatkan pembersihan spiritual, tetapi juga menjadi momen pertemuan budaya yang luar biasa. Pada perayaan Kumbh Mela, berbagai kelompok keagamaan, termasuk para Naga Sadhus (biksu yang telah meninggalkan kehidupan duniawi), berkumpul, menjadikan festival ini bukan hanya sebagai ajang ibadah, tetapi juga sebuah pertemuan berbagai tradisi dan ajaran spiritual.
Kumbh Mela 2025 akan menjadi perayaan yang lebih besar dari sebelumnya, dengan pengaturan logistik yang luar biasa, termasuk fasilitas kesehatan, sanitasi, dan infrastruktur untuk menampung jutaan pengunjung yang datang dari berbagai belahan dunia.
Dalam banyak cara, Kumbh Mela adalah simbol dari kedalaman spiritual India, dan pada tahun 2025, ini akan menjadi sebuah perayaan yang tidak hanya dirayakan oleh umat Hindu India, tetapi juga oleh banyak orang di seluruh dunia yang datang untuk merasakan pengalaman spiritual ini.
“Kumbh Mela adalah bukti bahwa India tidak hanya merayakan festival, tetapi juga menciptakan perayaan dengan skala yang bahkan tak dapat dipahami oleh dunia. Di sinilah kita dapat melupakan diri sendiri sekaligus menemukan diri kita kembali,” demikian Ida Rsi Putra Manuaba. (yan)








