
KUTSEL – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menggelar peringatan World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026 di Pulau Peninsula, The Nusa Dua, Minggu (7/6/2026). Mengusung tema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu: Laut Sehat, Konservasi Kuat, Indonesia Sejahtera”, agenda besar ini menjadi wadah kolaborasi solid berbagai mitra strategis, seperti WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, dan GIZ. Acara ini sekaligus menjadi milestone penting menuju gelaran Ocean Impact Summit (OIS) 2026.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan KKP RI, Koswara mengatakan, laut Indonesia memiliki peran strategis sebagai sumber pangan, penggerak ekonomi, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan. Karenanya, pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
KKP sendiri, sambung Koswara, senantiasa melakukan penguatan implementasi kebijakan ekonomi biru melalui berbagai program prioritas. Antara lain yakni perluasan kawasan konservasi, rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut, pengembangan karbon biru, serta pengendalian sampah laut melalui program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah). Berbagai program tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Hari ini merupakan wujud gambaran kolaborasi terhadap tanggung jawab mengelola laut secara baik. Karena pemerintah tidak bisa melakukan sendiri untuk mengelola laut yang begitu luas,” sebutnya.
Terpisah, gelaran peringatan yang diinisiasi KKP tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Chief Conservation Officer (CCO) WWF-Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki. Dalam sambutannya, Dewi menyatakan bahwa bagi Indonesia, laut bukan sekadar bentangan air pemisah pulau, melainkan beranda masa depan bangsa.
Dewi menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momentum komitmen untuk mengambil aksi nyata menghadapi berbagai ancaman. Melalui rangkaian acara yang edukatif dan interaktif ini, diharapkan generasi muda dapat lebih dekat dengan isu kelautan, sehingga pemulihan ekosistem dari hulu ke hilir mampu menjadi fondasi bagi ekonomi Indonesia yang kuat di masa depan.
“Harapan besar kami dalam kegiatan ini adalah agar semua yang hadir dapat belajar lebih banyak lagi tentang kekayaan laut kita. Kita ingin anak-anak dan generasi muda dapat mendekatkan diri dengan isu-isu kelautan lewat acara yang menyenangkan. Marilah kita jaga perairan kita dari hulu ke hilir, bebaskan dari sampah plastik, pulihkan ekosistemnya, dan jadikan laut yang sehat sebagai fondasi bagi ekonomi Indonesia yang kuat,” sebutnya.
Sementara itu, membacakan sambutan Gubernur Bali, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru telah merumuskan arah kebijakan dan peta jalan pembangunan kelautan dan perikanan dalam kerangka Ekonomi Kerthi Bali. Ekonomi Kerthi Bali adalah ekonomi untuk mewujudkan Bali berdikari bidang ekonomi berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni enam upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam semesta. “Untuk laut, kita masuk ke Segara Kerthi,” ucapnya.
Ekonomi Kerthi Bali sektor kelautan dan perikanan, diimplementasikan dalam konsep penyelarasan dan penyeimbangan antara pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan dengan konservasi perairan dan pelestarian budaya atau kearifan lokal. “Provinsi Bali juga menghadapi banyak tantangan terhadap pemanfaatan dan pengelolaan ruang laut, sehingga perlu mendorong pendekatan Ekonomi Biru yang menyeimbangkan antara pemanfaatan dan konservasi sumber daya laut. Kebijakan ini juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat atau KKP, mencakup perluasan kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur, budidaya berkelanjutan, pengelolaan pesisir, serta penanganan sampah plastik di laut dengan melibatkan peran aktif pemangku kepentingan, masyarakat pesisir, khususnya dukungan dari generasi muda,” ucapnya.
Untuk diketahui, ada berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang diselenggarakan dalam peringatan tersebut. Antara lain yakni workshop, talkshow, pameran, kampanye pengurangan sampah laut, serta festival layang-layang. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan learning by fun, agar masyarakat dapat memahami isu-isu kelautan melalui pengalaman yang menarik, partisipatif, dan mudah dipahami. (adi)








