
KUTSEL – Aktivitas wisata watersport di perairan Tanjung Benoa kembali menunjukkan geliat. Peningkatan ini mulai dirasakan sejak April lalu.
Bendesa Adat Tanjung Benoa yang juga pemilik Pandawa Watersport, I Made “Yonda” Wijaya, menuturkan bahwa peningkatan tersebut terlihat secara kasat mata dari ramainya kendaraan yang datang ke lokasi usaha watersport. Jika sebelumnya rata-rata hanya sekitar 10 kendaraan per hari, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 15 kendaraan.
“Kalau dihitung jumlah orangnya, sekarang sudah di atas 50 orang per hari. Bahkan mendekati 100 orang,” sebutnya.
Menurutnya, kondisi ini tentu patut disyukuri, setidaknya untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional, terutama dalam membayar gaji karyawan. “Lumayan untuk membantu karyawan-karyawan kami yang sebelumnya sempat dirumahkan, sekarang sudah mulai dipanggil kembali karena sudah ada tamu,” sebutnya.
Yonda menjelaskan, pada hari biasa, kunjungan masih didominasi wisatawan mancanegara dengan komposisi sekitar 70 persen, berbanding 30 persen wisatawan domestik. Ia menyebut wisatawan asal India mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Selain itu ada juga dari China dan Jepang. Australia masih ada, tapi tidak sebanyak dahulu. Jadi sekarang tamunya cukup majemuk,” katanya.
Namun, komposisi tersebut biasanya berubah saat memasuki musim liburan. Kunjungan wisatawan domestik meningkat drastis, bahkan bisa mencapai 75 persen.
Terkait tarif wahana, Yonda mengaku hingga saat ini masih mempertahankan harga normal. Penyesuaian tarif, menurutnya, sangat bergantung pada harga bahan bakar minyak (BBM).
“Selama BBM belum naik, terutama Pertalite dan Pertamax, kami masih menggunakan harga yang sama. Karena operasional boat ini sangat bergantung pada BBM, baik untuk mesin kecil maupun mesin besar,” terangnya. (adi)








