
BADUNG – Tiga bibit siklon tropis, terpantau muncul di sekitar wilayah Indonesia. Tiga bibit siklon tropis tersebut yakni 90S, 93S, dan 92P. Dikutip dari postingan Instagram @infobmkg, bibit siklon 90S terpantau di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, dan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, dengan pergerakan ke arah timur dalam 24 jam ke depan.
Sementara itu, Bibit Siklon 93S berada di sebelah barat laut daratan Australia dan diprakirakan bergerak ke arah barat dengan peluang rendah untuk berkembang. Sedangkan Bibit Siklon 92P, terpantau di sekitar Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan, juga memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat.
Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, seorang prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Diana Siregar mengatakan bahwa hanya satu dari tiga bibit siklon tersebut yang memberikan dampak pada kondisi cuaca di Bali. Bibit siklon dimaksud adalah bibit siklon 90S.
“Berdasarkan perkembangan, bibit siklon 90S berdampak tidak langsung terhadap gelombang tinggi di perairan selatan Bali diprakirakan hingga 4 meter, serta hujan yang dapat disertai dengan angin kencang berdurasi singkat,” sebutnya.
Untuk diketahui, sebelumnya BBMKG Wilayah III Denpasar juga sempat merilis siaran pers imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Bali untuk periode 2-8 Maret 2026. Perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer, berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali.
Dalam siaran pers tersebut disampaikan bahwa terbentuknya pola pertemuan massa udara (konvergensi) di sekitar wilayah Bali serta aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 4 (Maritime Continent), dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan.
Kemudian, bibit siklon 90S yang saat ini berada di perairan selatan Samudera Hindia Barat Daya Banten, menunjukkan pola pergerakan ke arah timur menuju perairan Selatan Bali, yang berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin. Kondisi ini juga didukung oleh gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin yang diprediksi akan melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari kedepan.
Oleh berbagai faktor tersebut, hujan dengan intensitas sedang – sangat lebat dan angin kencang perpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Kemudian, perlu juga diwaspadai potensi tinggi gelombang laut 1.25 – 3.5 m untuk wilayah Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali.
“Mempertimbangkan potensi cuaca tersebut, BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Selain itu, pantau terus informasi terkini dari BMKG, baik melalui media sosial @infobmkg, @bmkgbali, callcenter di (0361)751122, atau melalui email [email protected],” sebut BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho sembari mengingatkan agar selalu merujuk kepada informasi yang bersumber dari BMKG, agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. (adi,dha)








