
BADUNG – Anggota DPRD Badung, I Made Tomy Martana Putra, mengapresiasi komitmen Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 triliun khusus untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kuta Selatan. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dan visioner, mengingat Kuta Selatan merupakan salah satu kawasan penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung sekaligus destinasi pariwisata bertaraf internasional.
Politisi muda asal Desa Pecatu ini menegaskan, penguatan infrastruktur di Kuta Selatan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kawasan pariwisata kelas dunia akan menghadapi tantangan serius, baik dari sisi kenyamanan wisatawan maupun daya saing daerah. “Kuta Selatan merupakan salah satu penyumbang devisa dan PAD terbesar bagi Kabupaten Badung. Kalau infrastrukturnya tidak diperkuat, pariwisata akan terganggu. Jadi, ini wajib dilakukan,” ujarnya pada Rabu (11/2/2026).
Tomy menilai, fokus Bupati Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta pada pembangunan infrastruktur, merupakan hal yang sudah sangat tepat dan menjawab kebutuhan riil di lapangan. Hal tersebut pula yang menjadi salah satu alasan Partai Golkar Badung, di bawah komando AA Ngurah Ketut Nadi Putra, SH, sepakat memberikan dukungan kepada pemerintahan Adi Cipta. “Golkar mendukung Pak Adi Arnawa, karena konsen pada infrastruktur. Ini yang benar-benar dibutuhkan saat ini. Sampai kapan kondisi seperti ini dibiarkan kalau tidak ada percepatan?” ucapnya.
Meski demikian, Tomy mengingatkan agar program pembangunan tidak berhenti pada tataran wacana atau seremonial semata. Seluruh rencana yang telah disusun, harus diwujudkan secara konkret dan benar-benar menjawab persoalan di lapangan. “Pembangunan harus nyata dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat, ia optimistis program pembangunan infrastruktur tersebut dapat terealisasi sesuai harapan.
Terkait persoalan air bersih, Tomy juga berharap target Bupati Badung agar distribusi air di Kuta Selatan mulai stabil pada Februari 2026 dapat terealisasi melalui penambahan pompa dan optimalisasi jaringan PDAM. Dengan demikian, persoalan air bersih dapat dituntaskan secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia pun sependapat dengan pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan industri dan sektor pariwisata. Langkah tersebut dinilai strategis agar air permukaan dapat diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau. “Kami siap bersinergi, karena air merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Selama demi kepentingan masyarakat, kami siap mengawal,” pungkasnya. (adii)








