
BADUNG – Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengingatkan agar seluruh aktivitas proyek, utamanya yang dilaksanakan di wilayah Pecatu, agar senantiasa mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP). Bahkan baginya, itu merupakan hal yang wajib untuk dilaksanakan.
Penegasan tersebut disampaikannya berkenaan dengan adanya peristiwa lumpur yang belum lama ini dikeluhkan lantaran menyelimuti salah satu titik di ruas jalan menuju Pura Luhur Uluwatu. Yang notabene, ruas jalan tersebut juga merupakan akses pariwisata.
Kuat dugaan lumpur tersebut adalah bersumber dari aktivitas proyek sekitar. Lumpur terbawa ke badan jalan, akibat kendaraan yang keluar masuk kawasan proyek. “Kalau memang ada proyek, ada aturannya. Kalau ada potensi lumpur, seyogianya ada SOP seperti pembersihan roda kendaraan sebelum masuk ke jalan raya. Itu SOP-nya,” ucapnya.
Diakuinya pula, atas kondisi geografis di Pecatu, lumpur juga bisa terbawa air hujan dari kawasan proyek yang berada di titik lebih tinggi, menuju ke dataran yang lebih rendah. Karenanya, dia meminta pihak proyek juga mengatensi potensi tersebut. “Topografi kita perbukitan. Begitu ada penataan atau proyek di dataran tinggi, air akan mengalir ke dataran rendah. Ini yang menyebabkan lumpur berserakan di jalan,” sebutnya.
Karenanya, peristiwa semacam itu disebut bukan kali pertama terjadi di wilayah Pecatu. Bahkan pernah terjadi di Jalan Cemongkak, yang meluber bukanlah lumpur, melainkan batu-batu kecil.
“Hal seperti itu sering terjadi di daerah perbukitan. Ini bukan pemandangan yang bagus, dan sangat membahayakan warga,” tegasnya sembari mengabarkan bahwa atas peristiwa lainnya, pihaknya juga pernah memanggil pemilik proyek agar bertanggung jawab dan membangun tanggul serta langkah pengamanan lainnya. (adi,dha)








