
MANGUPURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran ternyata belum merata di Badung. Padahal program ini sudah hampir setahun berjalan, namun belum semua siswa yang berhak, dapat menikmatinya.
Kondisi ini diakui oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung. Disdikpora berdalih MBG adalah program pemerintah pusat yang berada dibawah Badan Gizi Nasional. “Yang jelas, MBG sudah masuk ke semua kecamatan di Badung, meskipun belum semua sekolah,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, beberapa waktu lalu.
Dijelaskannya, program MBG merupakan program pusat yang berada dibawah Badan Gizi Nasional. Suplai MBG ke sekolah-sekolah dilakukan langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah wilayah di Badung.
Berdasarkan data program MBG, khusus di Kabupaten Badung saat ini ada sebanyak 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah melayani program MBG. SPPG ini adalah unit dapur pusat yang berada dibawah Badan Gizi Nasional untuk program MBG.
Dari 15 SPPG ini ada 150 sekolah yang dilayani. Dimana total siswa yang menjadi penerima MBG ini adalah sebanyak 42.083 siswa untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Badung. Dari data program MBG yang mencakup Badung semua kecamatan di Gumi Keris sudah ada yang penerima, hanya saja tidak seluruhnya.
Menurut Rai kelancaran program ini sangat bergantung dari SPPG. Saat ini pihak tidak berani memastikan kapan semua siswa di Badung bisa menikmati makan siang gratis secara keseluruhan. “Nike (itu) tergantung kesiapan BGN dan yayasan. Karena dapur dibangun yayan langsung dibawah Badan Gizi Nasional. Untuk membangun dapur juga perlu persyaratan dan ijin,” ujarnya. (lit,dha)








