
MANGUPURA – Upacara Abhiseka Ida Cokorda Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA Gde Agung, pada soma kliwon uye Senin (7/7/2025), berlangsung sangat hikmat dan metaksu. Ritual sakral ini disaksikan ribuan masyarakat, tokoh-tokoh Puri se-Bali dan dihadiri sejumlah tokoh penting.
Seperti Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi permaisuri Gusti Ratu Kanjeng Ratu Hemas, ketua DPD RI Sultan Najamudin, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung, Walikota Denpasar, serta sejumlah perwakilan Konsulat Jenderal negara-negara sahabat
Prosesi upacara yang dimulai sekitar pukul 09.00 wita, diawali dengan iring-iringan Bhagawanta (Penasihat Puri) bersama Ida Dalem Semaraputra (Raja Klungkung) berangkat dari Puri Mengwi menuju Pura Taman Ayun, yang diikuti catu (iring-iring) dengan membawa SK penobatan. Selanjutnya iring-iringan mengusung Dampar Kencana (kursi Ida Cokorda).
Berikutnya, Anak Agung Gde Agung beserta istri Jro Ratna Gde Agung medal dari Kori Agung (Muka Lawang) dengan pembukaan pintu utama. Tampak mendampingi Gubernur Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa serta penglingsir Puri Karangasem.
Tari Baris Cakra Mangu Buana menyambut, sebelum iringan Peed Agung ini berjalan kaki menuju Pura Taman Ayun. Iringan Peed Agung meliputi Tambur Karangasem, Tarian Baris Cakra Mangu Buana, Pusaka- Pusaka Puri Mengwi, Uparengga Ratu Ayu, Bala Putra Batu, Pataka Puri Agung Karangasem Amerta jiwa, dengan iringan Gamelan Gong Suling dan Semar Pegulingan.
Sesampainya di madya mandala Pura Taman Ayun, dihaturkan upacara kecil (blabaran) dan disambut tari Ardanareswari. Kemudian ada prasita dan biyakon, untuk selanjutnya masuk ke Utama Mandala selanjutnya melaksanakan upacara Mejaya-Jaya, dan lanjut penobatan gelar Ida Cokorda.
Dalam prosesi ini ada pemasangan PIN, Destar (mahkota) oleh Bhagawanta Puri, dan pemberian tongkat kebesaran oleh Ida Dalem Semaraputra. Setelah melalui tahapan upacara sakral ini, AA Gde Agung resmi mabhiseka Ida Cokorda Mengwi XIII dan istri Ratna Gde Agung mabhiseka Ida Istri Mengwi
Ida Cokorda Mengwi XIII dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin dan tamu undangan, yang telah meluangkan waktu untuk menyaksikan penobatan dirinya, dimana dalam tradisi Hindu Bali disebut sebagai Upacara Abhiseka Ida Cokorda.
“Upacara ini sangat sakral yang mengandung makna penyucian diri, pengobatan dan pemberian nama atau gelar baru. Ritual ini bukan hanya semata menyangkut status sosial, tetapi lebih pada peningkatan tanggung jawab spiritual dalam menjaga keluhuran nilai-nilai luhur agama Hindu serta adat budaya Bali,” kata Cokorda Mengwi.
Terakhir, Cokorda Mengwi meminta doa restu agar dapat melaksanakan tanggung jawab sosialnya dengan baik, serta dapat menjaga eksistensi Puri Ageng Mengwi. Setelah menyelesaikan semua prosesi upacara, Ida Cokorda Mengwi XIII kembali dengan iring-iringan menuju Puri Ageng Mengwi. (lit,dha)








