
BADUNG – Dalam semangat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, ratusan relawan dari berbagai elemen masyarakat bersatu melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Muara Tukad Mati, Kuta, Kamis (11/6/2025). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengangkatan sampah, tetapi juga mencakup pelepasliaran satwa liar seperti burung, biawak, dan ular sebagai simbol harmoni dengan alam.
Aksi ini digagas oleh I Nyoman ‘Dolphin’ Sukra, tokoh masyarakat Kuta sekaligus salah satu penerima penghargaan Kalpataru Lestari 2025. Melalui Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tukad Mati Lestari, Dolphin menggerakkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lingkungan untuk bersama-sama menjaga ekosistem sungai.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program Zero Waste Warrior 2025 kerjasama antara PT PLN (Persero) UIP JBTB dan KPS Tukad Mati Lestari. Selain aksi bersih-bersih, juga dilakukan penyerahan bantuan sarana kebersihan, tanaman upakara, hingga dukungan pengembangan pertanian modern,” ujar Dolphin.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini turut mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan, juga dibagikan tumbler kepada seluruh peserta sebagai simbol kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Acara juga diisi dengan talkshow yang menghadirkan narasumber dari akademisi dan penggiat lingkungan hutan, sungai, maupun laut. Selain berbagi inspirasi, para narasumber juga memberikan edukasi dan motivasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Bukan hanya itu, momentum ini sekaligus menjadi tonggak lahirnya sebuah wadah penggiat lingkungan baru di Kabupaten Badung. Wadah bernama Forum Belati (Bersatu Lestarikan Alam dan Pertiwi) ini diharapkan terus bergerak aktif melakukan edukasi dan aksi nyata demi kelestarian lingkungan hidup. (adi)








