
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop- UKM) gencarkan sosialisasi Aplikasi Koperasi Pintar (Kopi).
Selain pengimplementasian program Kementerian Koperasi dan UKM dalam upaya mendorong percepatan digitalisasi koperasi di Indonesia, melalui talkshow yang menghadirkan narasumber dari Dekopinda Buleleng dan pakar teknologi dari PT. Blockhain Technology Nusantara serta DCA Communication ini juga diharapkan dapat mempercepat transformasi koperasi agar tetap relevan dan berdaya saing.
“Bersama mitra strategis, kami akan terus memberikan edukasi dan pendampingan agar koperasi di Buleleng dapat berkembang menjadi koperasi modern, berdaya saing dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital,” ungkap Kepala Disdagprinkop-UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiartha usai rapat persiapan pameran UMKM Buleleng serangkaian HUT ke-421 Kota Singaraja di Gedung PLUT Buleleng, Kamis (3/4/2025).
Kadisdagprinkop-UKM Sudiartha menandaskan, sesuai dengan tema ‘Melalui Transformasi Digital, Kita Wujudkan Koperasi Buleleng yang Modern dan Berdaya Saing’, 70 peserta dari unsur pengurus koperasi aktif di Kabupaten Buleleng diharapkan dapat menyadari dan memahami pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan koperasi.
“Transformasi digital bukan hanya sekedar trend, tetapi kebutuhan. Koperasi harus bergerak cepat, menguasai data dan informasi, serta memberikan layanan yang prima agar tetap relevan di era digital. Banyak koperasi di Buleleng sudah mulai menerapkan digitalisasi dan ini harus terus didorong agar koperasi kita semakin maju,” tegasnya.
Transformasi digital juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja 419 koperasi yang aktif dan menjadi solusi bagi 81 yang tidak aktif untuk kembali bangkit dengan tata kelola yang baru.
Ia menambahkan, tantangan utama koperasi saat ini adalah bagaimana meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi digitalisasi.
“Sehingga dapat terus mengembangkan inovasi agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkret agar koperasi-koperasi yang ada dapat berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi anggotanya, salah satunya adalah digitalisasi koperasi,” terangnya.
Digitalisasi koperasi bukan hanya sebatas implementasi aplikasi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat dengan Aplikasi Koperai Pintar.
“Langkah konkret yang kita lakukan adalah pendampingan bagi beberapa koperasi dalam menerapkan teknologi berbasis blockchain untuk meningkatkan keamanan dan transparansi data,” jelasnya.
Selain efisiensi administrasi, kata Sudiartha, teknologi blockchain juga mengurangi pekerjaan manual pencatatan keuangan dan pengelolaan anggota.
“Termasuk keamanan data dengan penyimpanan enkripsi berbasis blockchain yang aman. Otomatisasi laporan keuangan yang mempermudah dan mempercepat pembuatan laporan dan Integrasi Pembayaran Digital yang memungkinkan koperasi melakukan transaksi online secara praktis,” terangnya.
Teknologi ini juga diperkenalkan sebagai solusi dalam meningkatkan transparansi dan keamanan data koperasi.
“Dimana sistem melakukan pencatatan transaksi yang tidak bisa diubah sehingga dapat meningkatkan kepercayaan anggota terhadap pengelolaan keuangan,” tegasnya.
Aplikasi ini semakin lengkap dengan strategi komunikasi digital dari narasumber DCA Communication terkait pemasaran produk dan layanan koperasi secara lebih luas melalui platform online. (kar/jon)








