
BADUNG – Pergantian tahun di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park terlaksana dengan semarak melalui event bertajuk Bali Countdown 2025. Selain dihiasi peluncuran ribuan tembakan kembang api berlatar belakang megahnya patung GWK, kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan sederet penyanyi dan musisi dalam negeri.
Meski sempat diguyur hujan, para pengunjung tetap antusias menyaksikan berbagai pertunjukkan yang disuguhkan. Bahkan tidak sedikit di antaranya tampak pula mengenakan jas hujan. “Walaupun hujan, tetap seru. Apalagi ini setahun sekali,” ucap Kadek Sudarsana, seorang pengunjung di antaranya.
Sementara itu, Direktur Operasional GWK Cultural Park, Rossie Andriani mengungkapkan, ada lebih dari 4 ribu tembakan kembang api yang diluncurkan dalam Bali Countdown 2025 dengan durasi 6-7 menit. Kemeriahan tersebut diiringi penampilan dari grup musik bergaya dangdut koplo, Not So Koplo.
Disampaikannya pula, event akhir tahun tersebut digarap sedemikian rupa bersama Dipta Komunika sebagai promotor dan Palmy Kreatif sebagai strategic planner. Selain itu juga digandeng event organizer lokal, yakni Anak Serdadu Inovatif Kreatif (ASIK).
Untuk diketahui, Bali Countdown 2025 diawali penampilan DJ Mahesa. Selain itu tampil pula DJ Rai, DeEX band, serta finalis Miss Universe Asia 2025 yang membawakan karya busana terbaik dari para desainer.
Semakin malam, giliran musisi Fiersa Besari yang membuat para pengunjung terhanyut oleh lagu-lagu romantis. Penampilannya tersebut menjadi yang terakhir sebelum dia hiatus.
Sekitar 30 menit sebelum puncak pergantian tahun, tampillah JKT48. Grup idola Indonesia ini tentunya menambah keseruan dan semakin menghidupkan suasana momen pergantian tahun di GWK Cultural Park.
Untuk diketahui pula, Bali Countdown 2025 sekaligus menjadi ajang pengenalan produk UMKM. Seperti disampaikan CEO & Founder Chuah Support Services dan LIGHT Education Future, Erma Yunita, ada 37 UMKM yang ikut dilibatkan dalam rangkaian event akhir tahun tersebut. “Ini menjadi momen bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas, karena banyak di antara mereka memiliki kualitas luar biasa tetapi kesulitan memasarkan produk,” sebutnya. (adi,dha)








