
BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana lantik direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra periode 2024-2029.
Selain mendorong peningkatan integritas dan kredibelitas, kepada I Gede Boby Suryanto selaku direktur utama (dirut), Bagus Ketut Juliawan selaku Direktur Pengembangan Bisnis dan Nyoman Satwika selaku Direktur Operasional juga diingatkan agar senantiasa bekerja sesuai pakta integritas dan pelantikan yang dijalani merupakan pertaruhan bagi Perumda Swatantra untuk mampu mengamankan kebijakan nasional terkait pengendalian harga dan inflasi.
“Meski angka inflasi Buleleng paling kecil, yakni 1,98 persen year on year, ini harus tetap menjadi perhatian Perumda Swatantra, terlebih kenaikan harga sejumlah bahan pangan pokok karena tahun baru dan hari raya keagamaan,” tandas Lihadnyana pada acara pelantikan Direksi Perumda Swatantra Buleleng di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Selasa (31/12/2024).
Terkait hal tersebut, Kepala BPKSDM Provinsi Bali ini mendorong jajaran direksi yang baru agar segera melakukan konsolidasi untuk memetakan potensi produsen bahan pangan lokal dalam kapasitas tugas penanganan inflasi dan mencermati rencana bisnis yang akan dikembangkan.
“Tidak hanya mengelola hasil pangan, seluruh aset yang dimiliki juga harus dikelola dengan baik sehingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, dan juga kepada masyarakat secara luas. Lakukan juga efisiensi, jangan sampai apa yang dihasilkan habis hanya untuk operasional,” tegasnya.
Sesuai pakta integritas, Lihadnyana meminta agar Direktur Utama harus mampu menyusun dan melaksanakan kegiatan yang tertuang dalam perencanaan bisnis.
“Yang paling penting tunjukan integritas dan kapabelitas, bahwa setelah dilantik Perumda Swatantra sudah berbenah dan menunjukan perubahan kinerja ke arah yang lebih baik. Pengembangan bisnis harus memiliki, tidak hanya inovasi tapi juga bisa membaca peluang bisnis dan memiliki jiwa enterpreneurship, selaras dengan ijin perusahaan yakni aneka usaha,” pungkasnya. (kar/jon)








