
Seorang perempuan berfoto di depan barisan kendaraan listrik di parkiran The Nusa Dua.
BADUNG – Mobil-mobil listrik terpantau sudah terparkir pada area Central Parkir kawasan The Nusa Dua. Kendaraan tersebut nanti bakal dipergunakan oleh para delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024. Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Reza Warokka mengungkapkan, mobil-mobil listrik tersebut sudah tiba pada 9 Mei 2024 lalu. Total jumlahnya, adalah sebanyak 313 unit.
“Di antaranya yakni BMW i7 sejumlah 15 unit, BMW i5 sejumlah 36 unit, Ionic 6 sejumlah 36 unit, Ionic 5 sejumlah 50 unit, BZ4X sejumlah 130 unit serta Wuling sejumlah 46 unit,” bebernya di sela Apel Kesiapsiagaan Kawasan The Nusa Dua menyambut WWF ke-10 Tahun 2024, Jumat (10/5/2024) lalu.
Kawasan The Nusa Dua sendiri dipastikan sudah siap dalam hal infrastruktur dibutuhkan. Tempat pengisian kendaraan listrik yang memadai dipastikan disediakan atas kerja sama dengan PT PLN (Persero). Fasilitas tersebut berlokasi tersebar di sejumlah titik kawasan The Nusa Dua. Seperti di Central Parkir ITDC yang berupa 4 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging (UFC) 200 kW dan 1 unit Slow Charging (SC).
Selain itu juga di Central Parkir II yang berupa 4 unit SPKLU UFC, 2 SPKLU UFC Mobile 200 kW, serta 20 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) Gen 2. Bukan hanya itu, 8 unit SPKLU juga ditempatkan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan 10 unit di The Westin Resort Nusa Dua Bali.
“Shelter SPKLU dan SPLU ini menandai langkah menuju mobilitas berkelanjutan yang akan menjadi lokasi pengisian daya untuk kendaraan listrik, yang akan digunakan saat WWF ke-10 mendatang,” sebut Troy.
Terpisah, kabar serupa juga sempat disampaikan oleh General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika. Kata dia, kendaraan-kendaraan listrik tersebut disediakan untuk mobilitas para delegasi. Meski demikian, hal itu bukan berarti dalam masa penyelenggaraan WWF 2024, kawasan Nusa Dua hanya boleh dilintasi kendaraan listrik.
“Jadi bukan berarti hanya mobil listrik yang diperbolehkan masuk kawasan. Seluruh jenis mobil diperkenankan masuk, hanya saja delegasi dan pendukungnya yang akan menggunakan mobil listrik. Jadi tidak ada pembatasan mobil non listrik masuk ke kawasan,” sebutnya.
Sekilas untuk diketahui, gelaran Apel Kesiapsiagaan dilaksanakan guna mengevaluasi kesiapan seluruh fungsi, termasuk personil, materiil, dukungan pengamanan, serta utilitas lainnya. Selain itu juga untuk menggambarkan kesiapan optimal kawasan dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan WWF.
“Kami yakin bahwa penyelenggaraan WWF ke-10 di The Nusa Dua akan memberikan dampak positif bagi Bali khususnya, dan upaya Indonesia dalam menjaga dan merawat sumber daya alam ‘air’ sebagai bagian dari sumber kehidupan, sekaligus untuk memperkenalkan dan promosi keragaman budaya dan pariwisata Bali khususnya. Sebagai pengelola kawasan The Nusa Dua, kami berharap bahwa okupansi kawasan dapat meningkat pada periode Mei ini, dan kesuksesan WWF ke-10 semakin mengukuhkan The Nusa Dua sebagai destinasi ‘Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven’ yang memiliki fasilitas MICE unggulan di Indonesia,” tutup Troy. (adi,dha)








