
BADUNG – Meski saat ini terjadi trend peningkatan kunjungan wisata, ketersediaan pasokan avtur di Bandara I Gusti Ngurah Rai dipastikan aman. Demikian disampaikan Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Selasa (23/4/2024) lalu.
Disampaikan dia, berdasarkan data Dewan Perjalanan dan Wisata Dunia (WTTC), Bali didapuk sebagai salah satu destinasi wisata dengan turis berlebih alias overtourism, pada periode Januari hingga November 2023. Hal tersebut juga menjadi perhatian Pertamina, kaitan dengan antisipasi kebutuhan avtur di bandara.
Konsumsi avtur harian di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai kisaran 2007 kiloliter. Distribusinya dipasok dari Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai, yang notabene merupakan back bone supply avtur di Bali. Untuk kapasitas total tangkinya mencapai sebesar 24.300 kiloliter.
“Saat ini stok avtur di Bali mencapai 10 ribu kiloliter. Ini dapat memenuhi hingga 5,5 hari akumulatif,” sambungnya sembari memastikan bahwa berapapun kebutuhan maskapai, Pertamina pasti siap. “Stok kemungkinan bisa bertambah jika arus kedatangan wisatawan ke Bali meningkat tajam,” imbuhnya.
Pihaknya memprediksi puncak konsumsi avtur di Bali akan terjadi pada Juni 2024 mendatang. Yakni dengan peningkatan sebanyak 14,13 persen atau sebesar 2.158 kiloliter/hari dibandingkan konsumsi normal harian yang sebanyak 1.891 kiloliter/hari. Kondisi tersebut katanya seiring dengan masa libur sekolah. Yang mana diproyeksikan arus kedatangan turis asing maupun domestik akan mengalami peningkatan tajam. (adi,dha)








