
Apel Satgas JBT Siaga Nataru di Kantor Pull Ruas JBT, Kamis (21/12/2023).
BADUNG – Jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara diperkirakan akan mengalami lonjakan berkenaan dengan musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebagai langkah menghadapi arus wisata itu, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara, membentuk sebuah Satuan Tugas (Satgas) yang diberi nama Satgas JBT Siaga Nataru.
Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang mengungkapkan, Satgas tersebut merupakan manifestasi dari komitmen Jasa Marga Group dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Khususnya yakni dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas arus lalu lintas, sambil tetap memperhatikan isu penyebaran Covid-19 yang kembali marak.
“Satgas JBT Siaga Nataru dibentuk sebagai langkah antisipasi untuk menyusun strategi pelayanan operasi yang matang, guna menjadikan perjalanan wisata aman dan berkesan,” ungkapnya sembari mengimbau seluruh petugas agar tetap memperhatikan protokol kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran virus.
Disampaikannya pula, yang menjadi fokus utama Satgas, yakni persiapan pelayanan operasi di gerbang tol dan sepanjang jalur tol, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), memastikan seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal, pembatasan kegiatan konstruksi selama masa layanan operasional, pengendalian kepadatan lalu lintas, serta memastikan kebersihan dan fasilitas layanan yang memadai.
“Kami berharap kondisi lalu lintas dapat tetap berjalan dengan lancar selama periode Nataru,” sambungnya di sela Apel Satgas JBT Siaga Nataru, di Kantor Pull Ruas JBT, Kamis (21/12/2023).
Selain membentuk Satgas, PT JBT juga menyiapkan armada serta Posko Nataru. Lokasinya di Kantor Pull Ruas JBT, sebagai bagian dari strategi siaga wisata.
Armada yang dikerahkan mencakup 2 unit kendaraan patroli, 1 unit mobil ambulans, 2 unit mobil derek, dan 1 unit mobil rescue. Armada dan Posko yang dibentuk akan beroperasi selama 24 jam di setiap harinya, menjadikannya pusat koordinasi untuk merespon dengan cepat setiap keadaan darurat dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pengguna jalan.
“Armada dan petugas yang berjaga di posko selalu siap siaga membantu memastikan keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan, serta memberikan respon cepat dalam situasi darurat. Para petugas di Posko akan secara proaktif memantau kondisi lalu lintas dan memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang memerlukan pertolongan,” imbuhnya.
Soal prediksi puncak arus wisata, diperkirakan terjadi pada 22 Desember dan 29 Desember 2023. Dengan perkiraan jumlah kendaraan mencapai 49 ribu pada tanggal 22 Desember dan 50 ribu pada tanggal 29 Desember 2023.
“Kepada para petugas, kami harap dapat saling berkoordinasi, bersinergi, dan berkolaborasi guna memberikan pelayanan yang optimal. Sementara kepada seluruh pengguna jalan, kami imbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu, mengikuti arahan petugas, dan membawa kartu elektronik dengan saldo yang cukup untuk mengurangi antrian panjang di gerbang tol,” sambungnya.
Selain persiapan operasional, PT JBT juga menyusun strategi komunikasi dan manajemen informasi kepada pengguna jalan tol. Imbauan dan panduan perjalanan akan disampaikan melalui channel resmi PT JBT, termasuk Call Center 14080, aplikasi Travoy, dan akun resmi media sosial perusahaan.
“Hal ini merupakan komitmen kami dalam memberikan layanan informasi yang cepat, tepat, dan akurat bagi masyarakat,” tutupnya sembari kembali menegaskan agar Satgas dapat melakukan langkah antisipasi ketat dan menerapkan protokol kesehatan yang baik sesuai pedoman yang telah ditetapkan pemerintah, guna mewujudkan perjalanan wisata yang aman dan berkendara. (adi)








