
BULELENG – Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana melaksanakan kegiatan sambang warga bertajuk ‘Jumat Curhat’ di Kelurahan Banyuning Kecamatan Buleleng.
Tak hanya menyapa dan menyerap aspirasi warga masyarakat terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) maupun persoalan sosial lainnya, moment kegiatan simpati Polri Presisi ini juga dimanfaatkan untuk menggemakan pentingnya toleransi dalam mencegah radikalisme.
“Tahapan pesta demokrasi, Pemilu serentak tahun 2024 menuju hari pemungutan dan penghitungan suara tanggal 14 Februari 2024 sudah semakin dekat, manuver politik mulai marak di berbagai media informasi sehingga mari kita bersama, bapak ibu untuk menyikapi informasi dengan cerdas demi menjaga kondusifitas,” tandas Kapolres Dhanuardana pada acara Jumat Curhat di Kelurahan Banyuning, Jumat (13/10/2023).
Didampingi Kasihumas AKP Gede Dharma Diatmika, Kapolres Dhanuardana menegaskan menuver politik serangkaian tahapan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR Republik Indonesia,DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota serta anggota DPD Republik Indonesia harus disikapi dengan baik, dicerna kebenaran informasi yang beredar dengan memilah dan memilih agar tidak terprovokasi.
“Tolong bapak ibu jaga Buleleng dengan baik, jangan percaya informasi hoax yang belum tentu kebenarannya, jangan percaya informasi yang sifatnya provokatif dan hindari ujaran kebencian karena kita hidup dalam masyarakat yang hiterogen, beragam suku, agama dan ras,” tegasnya.
Dengan menerapkan toleransi, segala perbedaan baik beda keyakinan, suku dan ras serta dukungan politik akan menjadi warna yang indah dalam kehidupan berdemokrasi sekaligus benteng sehingga terhindar dari ancaman, gerakan radikal termasuk terorisme.
Pada acara yang dihadiri tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta warga masyarakat Banyuning, Kapolres Dhanuardana menegaskan dengan 4 konsensus bangsa yakni Pancasila,UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, segala perbedaan hendaknya tidak lagi menjadi pemicu disintergrasi, namun perekat persatuan dan kesatuan menuju Indonesia Emas tahun 2045.
“Jadikan keberagaman masyarakat Buleleng sebagai Kebhinekaan yang Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD 1945 serta Pancasila sebagai idiologi bangsa yang sudah final, tidak bisa digantikan idiologi apapun,” tegasnya.
Ia juga berjanji,aspirasi terkait pengamanan lalulintas di depan SDN 1 Banyuning diakomodir melalui Satlantas Polres Buleleng, sementara pelaksanaan operasi Duktang dan penambahan traffic light di simpang empat jalan Komodo-Pulau Buton akan dikoordinasikan dengan instansi terkait di Pemkab Buleleng.(kar/jon)








