
KUTA – Sejumlah remaja keturunan Puri Satria Dalem Kaleran Kuta, digayot/ditandu menyusuri sejumlah ruas jalan di wilayah Kuta, Senin (25/6/2023).
Itu merupakan bagian dari pelaksanaan tradisi Munggah Deha Teruna, yakni Ngeraja Sewala untuk anak perempuan dan Ngeraja Singa untuk anak laki-laki.
Untuk diketahui, upacara tersebut diawali dengan prosesi Ngekeb. Prosesi tersebut dilaksanakan pada sebuah ruangan/kamar yang sudah dipersiapan khusus, dimana sang anak akan dipingit tidak diperkenankan keluar kamar hingga puncak upacara keesokan harinya.
“Pelaksanaan upacara Ngekeb ini tujuannya adalah mempersiapkan anak-anak untuk memasuki masa remajanya dengan proses pematangan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sehingga ketika sang anak akan menapaki masa remajanya dapat menjadi pribadi yang betul-betul mandiri dan bertanggung jawab,” jelas Pemucuk Karya Munggah Deha Teruna I Dewa Gede Mayun, didampingi Kelian Semeton Puri Satria Dalem Kaleran Kuta I Dewa Putu Manik.
Sementara pada hari puncak upacara, yakni Senin (26/6/2023), dilaksanakan prosesi Ngeraja Swala untuk anak perempuan dan Ngeraja Singa untuk anak laki-laki. Setelah itu, barulah melangkah ke prosesi Ngunya.
Dimana dalam prosesi tersebut, anak-anak yang sudah ‘terlahir sebagai manusia baru’ itu digayot/ditandu melalui sejumlah ruas jalan di wilayah Kuta. Maknanya yakni, untuk memperkenalkan tentang lingkungan masyarakat yang lebih luas di luar lingkungan Puri.
Mengingat nantinya mereka akan ikut berkiprah dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai teruna-teruni atau yowana di desa adat.
Lebih jauh, Dewa Mayun menyimpulkan bahwa makna upacara tersebut secara keseluruhan adalah wujud tanggung jawab orang tua dalam memberikan bimbingan dan membina anak-anaknya dalam setiap jenjang kehidupan. Agar kemudian dapat berkembang secara baik, mandiri, dan bertanggung jawab sejalan dengan pertambahan usia mereka.
“Ini juga sebagai wujud doa dan syukur orang tua kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena putra-putri kami sudah dapat melewati setiap fase kehidupannya.
Mulai dari dalam kandungan, sampai menginjak masa remaja dapat berjalan dengan baik, dan anak-anak selalu berada dalam keadaan sehat. Inilah sesungguhnya perwujudan dari cinta dan kasih tanpa batas dari orang tua terhadap anak-anaknya,” pungkasnya. (adi/jon)








