
DENPASAR- Babak final Widya Tarka Susastra Bali, telah berakhir pada Jumat (16/3/2023), namun jagonya Ketua DPD PDIP Prov Bali Wayan Koster dari SMA Negeri 1 Singaraja keok memperoleh nilai 1.200.
Meski sempat saling pepet dalam perolehan nilai tetapi SMA 2 Semarapura Klungkung tidak terkejar sehingga menempati posisi pertama dengan nilai 1.400. Sementara SMA Negeri 2 Amlapura, Karangasem menempati posisi kedua dengan perolehan nilai 1.290.
Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster tentunya menjagonya daerahnya dengan harapan bisa merebut juara dalam Widya Tarka Susastra Bali tahun ini.
“Saya kira SMA Negeri 1 Singaraja dapat juara, tetapi dapat juara 3, kangguang masi,”katanya dengan logat Bulelengnya.
Ketua DPD Wayan Koster yang juga Gubernur Bali ini mengatakan, pelaksanaan Bulan Bung Karno diisi dengan berbagai kegiatan sebagai pelaksanaan visi pembangunan Bali menuju Bali Era Baru.
Wayan Koster mengakui dari hasil final Widya Tarka Susastra Bali ini, pengetahun dan ketrampilan para pelajar dalam memahami dan melaksanakan berbagai kebijakan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali khususnya kearifan lokal Bali sungguh luar biasa. Koster mengatakan, adik-adik para pelajar semua luarbiasa.
Menurutnya sebagai Ketua DPD Partai di Bali kegiatan ini diselenggarakan karena ada kekhawatiran merosotnya motivasi anak- anak dalam menggeluti adat seni budaya dan kearifan lokal. Karena muncul teknologi digital sebagai arus perkembangan dunia modern.
“Luarbiasa, saya kira adik-adik meninggalkan kearifan lokalnya, ternyata tidak,” ucapnya terkagum-kagum.
Ketua DPD PDIP Wayan Koster mengatakan, kegiatan Widya Tarka Susastra Bali ini, hanya partai PDIP Bali yang menyelenggarakan. Kesempatan yang sangat baik dan ini sangat langka karena setiap tahun baru dilaksanakan.
“Bagi yang dapat juara bersyukur, semuanya harus tetap bersyukur,”pintanya.
Koster menambahkan, ditengah kemajuan teknologi saat ini, Ketua DPD Koster menyarankan kepada semua pelajar dan memperbolehkan masuk kedunia modern tetapi tetap berpijak pada kearifana lokal.
“Boleh masuk ke dunia modern, tetapi jangan pernah meninggalkan identitas sebagai masyarakat Bali dan saya minta supata tetap digeluti dengan tekun,”pungkasnya. (arn/jon)








