
KUTA – Puluhan gerobak kreatif yang berdiri di atas area trotoar eks kebun Jalan Pantai Kuta tampak kosong dari aktivitas berjualan pada Senin (22/5/2023).
Kabarnya, hal itu karena para pedagang memang sudah diminta untuk segera meninggalkan lokasi, berkenaan dengan pelaksanaan proyek renovasi penyengker Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta).
Sekretaris Camat (Sekcam) Kuta, I Made Agus Suantara tidaklah memungkiri hal tersebut. Kata dia, itu merupakan pelaksanaan dari hasil rapat koordinasi yang telah dilaksanakan di Kantor Camat Kuta pada Jumat (19/5/2023) lalu. Dalam rapat dimaksud, turut hadir pula perwakilan dari para pedagang bersangkutan.
“Kesimpulan pada pertemuan itu adalah para pedagang diminta untuk segera mengosongkan area ditempati. Awalnya diminta agar itu sudah dikosongkan keesokan harinya, tapi kemudian dibijaksanai selama dua hari. Jadi hari ini gerobak-gerobak itu harus sudah kosong, untuk kemudian bisa diangkut oleh pihak dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” bebernya.
Arahan pengosongan dari aktivitas berjualan itu, sambung dia, adalah dalam rangka melancarkan pengerjaan renovasi tembok penyengker. Yang mana proyek bernilai kontrak lebih dari Rp 26 miliar itu ditarget rampung dalam kurun waktu selama 3 bulan. “Nah, bagaimana kelanjutan dari para pedagang itu, nantinya akan dibahas lebih lanjut melalui paruman di Desa Adat Kuta,” sambungnya.
Ditanya mengenai harapan para pedagang, Sekcam Kuta menyebut bahwa pada umumnya memang masih menginginkan adanya peluang untuk berjualan. Karena perekonomian mereka terbilang masih jauh dari kata pulih, setelah sebelumnya benar-benar terpuruk akibat situasi Pandemi Covid-19.
“Sementara kami sendiri tentunya berharap agar segenap masyarakat bisa mendukung segala langkah pembangunan, karena ini tentu adalah demi kebaikan bersama untuk ke depannya,” pungkasnya. (adi/jon)








