
KUTA – Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida pada saat ini sedang melakukan kajian terhadap sedimentasi pada alur Tukad Mati wilayah Legian hingga hilir. Jika memungkinkan, maka langkah pembersihan akan dilakukan pada tahun ini.
Satker OP SDA BWS Bali Penida, Made Denny Setya Wijaya mengungkapkan, pengangkatan sedimentasi Tukad Mati sesungguhnya merupakan sebuah agenda rutin yang dilakukan pihaknya. Namun itu dilakukan secara bertahap, memperhatikan pula ketersediaan anggaran.
Pun demikian pada saat ini. Pembersihan sedimentasi katanya sedang dilakukan pada salah satu ruas Tukad Mati.
“Yang kami kerjakan saat ini adalah lanjutan dari sekitar bendung Umadui,” ungkapnya, Senin (3/4/2023).
Sementara untuk yang ke arah hilir, mulai dari ruas Tukad Mati Legian, katanya masih dilakukan pengkajian. Walau secara kasat mata, sedimentasi pada ruas bersangkutan juga dinilai sudah tinggi.
“Masih dilakukan pengukuran terlebih dahulu, dengan memperhatikan pula ketersediaan anggaran. Kalau memang memungkinkan pada tahun ini, maka akan kami kerjakan,” akunya.
Di samping sedimentasi, persoalan sampah disebut sebagai salah satu tantangan lain yang dihadapi dalam menjaga kelancaran aliran Tukad Mati. Berkenaan dengan itu, BWS Bali Penida rencana menemui jajaran pemerintah kabupaten/kota setempat untuk melakukan pembahasan.
“Sampahnya sangat banyak. Bahkan ada yang berupa ban truk, lemari, kasur, dan lain sebagainya. Jadi dalam waktu dekat kami rencana bertemu dengan pemerintah kabupaten/kota setempat untuk membahas hal ini. Kami harap, ke depan kebiasaan membuang sampah ke alur sungai dapat diminimalisir bahkan dihentikan,” tegasnya. (adi/jon)








