
KUTSEL – Pujawali di Pura Luhur Uluwatu dipastikan tetap akan terlaksana sebagaimana biasa. Meski saat ini, Meru Tumpang Tiga yang sebelumnya terbakar akibat sambaran petir, masih belum tuntas diperbaiki.
Demikian disampaikan Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, Rabu (18/1/2023).
Kata dia, perbaikan Meru Tumpang Tiga hingga saat ini masih dalam proses. Dengan progres terakhir yakni mencapai angka 70-an persen.
“Setelah nanti semuanya rampung, baru akan dicarikan hari baik untuk upacaranya. Apakah di bulan April pada Purnama Kedasa, atau seperti apa,” ungkapnya.
Kaitan dengan itu, sambung dia, maka akan dilakukan pengaturan sedemikian rupa dalam gelaran Pujawali yang jatuh pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (24/1/2023) nanti. Salah satunya berupa penempatan pralingga atau pratima yang diiring, pada area Madya Mandala.
Ditanya soal pemedek yang akan bersembahyang, Sumerta menyebut tetap akan diberlakukan kartu antrian. Yang di setiap sesinya, akan dibatasi hanya sebanyak 250 orang saja. Tidak seperti sebelumnya yang pembatasannya mencapai jumlah 350 orang.
Pun soal larangan penggunaan kantong plastik. Hal tersebut dipastikan akan kembali diberlakukan dalam pelaksanaan Pujawali nanti. Baik itu plastik untuk membawa sarana persembahyangan ataupun sebagai tempat tirta.
Lebih lanjut, Sumerta mengabarkan bahwa pada tanggal 22 Januari 2023 nanti, Ratu Ayu dari Jimbaran akan mesolah di Pura Luhur Uluwatu.
Hal tersebut diharapkan turut menjadi perhatian para pengguna jalan, karena dipastikan akan memberikan dampak kekroditan lalu lintas pada akses menuju Pura Luhur Uluwatu. (adi/jon)








