
KUTSEL – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai membuka sebuah layanan yang diberi nama Paspor Simpatik. Itu adalah layanan pengurusan paspor, yang buka pada hari Sabtu dan Minggu.
Kepala Kanim Ngurah Rai, Sugito menuturkan, layanan tersebut telah dilaksanakan secara perdana pada Minggu (8/1/2023). Yakni dengan kuota sebanyak 30 pemohon walk-in langsung datang ke Kanim tanpa perlu mendaftar secara online.
“Kami membuka kuota sebanyak 30 pemohon untuk layanan Paspor Simpatik. Bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor, dapat langsung datang ke Kanim Ngurah Rai dengan membawa dokumen persyaratan lengkap, baik asli maupun fotokopinya,” bebernya.
Pelayanan tersebut, sambung dia, dibuka mulai pukul 08.00-12.00 Wita, dan hanya melayani permohonan paspor baru serta penggantian paspor habis masa berlaku. Di hari pertama penyelenggaraannya, tercatat ada 13 pemohon yang terlayani.
Dengan rincian 5 permohonan paspor baru, dan 8 permohonan penggantian paspor. Adapun berdasarkan jenisnya, 8 permohonan paspor di antaranya adalah elektronik, dan 5 paspor biasa atau non-elektronik.
Untuk diketahui, Paspor Simpatik merupakan program dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi. Yang pelaksanaannya bukan hanya di Kanim Ngurah Rai saja, melainkan di seluruh Kanim se-Indonesia.
Itu diselenggarakan dalam rentang waktu dari tanggal 7 hingga 25 Januari 2023. Melalui program tersebut, maka masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pengurusan paspor di akhir pekan.
“Layanan ini diberikan mencermati permohonan paspor yang terus meningkat, sekaligus memfasilitasi masyarakat yang hanya memiliki waktu di akhir pekan,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Silmy Karim melalui siaran persnya.
Di samping Paspor Simpatik, serangkaian menyambut Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-73 juga diselenggarakan kegiatan Eazy Passport. Layanan jemput bola diperuntukkan kepada para kelompok rentan, yaitu anak-anak (0-5 tahun), lansia (60 tahun keatas), dan penyandang disabilitas.
“Pembukaan Easy Passport di setiap hari kerja hingga mendekati HBI, dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat di penjuru negeri. Mudah-mudahan layanan ini bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan, khususnya bagi masyarakat kelompok rentan,” tutupnya. (adi/jon)








