
BULELENG – Paska pelaksanaan Porprov Bali XV tahun 2022, Pengkab KONI Buleleng gelar kegiatan workshop.
Selain ajang evaluasi workshop melibatkan narasumber staf ahli Kemenpora Republik Indonesia Prof. Harry Setyono, M.Pd., serta dosen UNESA Muchamad Arif Al Ardha, S.Pd.,M.Ed., dan Prof. Dr. I Made Undy Mahardika, M.Pd., juga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan pengurus, atlet dan pelatih dalam pemanfaatan sport science untuk peningkatan prestasi.
“Pengalaman mengikuti Porprov tahun ini, menyadarkan KONI Buleleng tentang pentingnya data dari setiap cabor untuk meraih prestasi tertinggi. Sehingga, kita gelar workshop pengembangan sport science dan bimbingan prestasi (binpres),” ungkap Ketua Umum Pengkab KONI Buleleng I Ketut Wiratmaja, usai membuka workshop di Hotel Banyualit dan Spa Kawasan Wisata Lovina, Kamis (22/12/2022).
Dengan memiliki pengetahuan tentang sport science dan binpres, kata Wiratmaja, masing-masing Pengkab Cabor dapat memetakan dan membuat pola pelatihan yang benar untuk meningkatkan prestasi atlet.
“Sport data atlet, merupakan salah satu dasar penentuan atlet untuk mengikuti berbagai event kejuaraan. Dengan adanya sport data, semua kegiatan cabang olahraga dikonversi menjadi angka-angka yang bisa dianalisa dan dievaluasi untuk melahirkan prestasi tertinggi,” terangnya.
Saat Porprov Bali XV, bagian dari sport science sudah diterapkan mulai dari test fisik, test psikologis dan biometika.
“Hal ini, kami harapkan dapat terus diterapkan oleh masing-masing Pengkab dan dilaporkan ke KONI sebagai bahan evaluasi. Penerapan sport science ini, kedepanya akan dijadikan dasar kebijakan KONI Buleleng dalam pengiriman atlet pada ajang bergengsi, salah satunya Porprov,” tandasnya.
Ia menambahkan, sport sciece yang dapat membentuk 4 katagori dari masing-masing Pengkab Cabor yakni katagori emas, unggulan, prioritas dan binaan ini sangat sesuai dengan visi ‘Buleleng Berprestasi’ yang diusung Pengkab KONI Buleleng.
“Kalau bisa mengarah ke industri olahraga, sport torisme, kenapa tidak. Tapi, kita masih fokus pada visi prestasi. Dengan 4 katagori itu, kita bisa tentukan Pengkab yang berada di katagori binaan dipastikan hanya akan mendapatkan dana pembinaan dan tidak bisa diikutkan kejuaraan,” terangnya.
Setelah workshop, KONI Buleleng juga akan melaksanakan sertifikasi pelatih tingkat I untuk seluruh cabor.
“Sertifikasi pelatih juga sangat fundamental untuk keberhasilan atlet kedepannya, sehingga wajib dimiliki oleh setiap pelatih,” tandas Wiratmaja dibenarkan Prof Harry. Staf ahli Kemenpora ini menegaskan sasaran sport science tidak lagi Porprov atau Pra PON, tapi kejuaraan internasional. (kar/jon)








