
KUTSEL – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyambut gembira sebuah terobosan yang bernama Sibertani. Program tersebut merupakan singkatan dari, Siswa Belajar Sambil Bertani.
Dalam sambutannya ketika hadir dalam launching program tersebut di SMPN 1 Kuta Selatan, Jumat (11/11/2022) lalu, Sekda Adi Arnawa mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran yang sangat berharga.
Sektor pariwisata terpuruk, dan memberikan dampak pula terhadap pendapatan. Namun di tengah situasi tersebut, pertanian ternyata menjadi sektor yang mampu tetap bertahan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Berangkat dari peristiwa tersebut, maka sektor pertanian tidak boleh kita lupakan. Melainkan harus dipertahankan, karena pangan merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda dan dibutuhkan hampir setiap hari oleh masyarakat,” sebutnya.
Karena itulah dia mengaku menyambut baik program Sibertani. Menurut dia, itu sekaligus sebagai bentuk kolaborasi Fun Cross Cutting program dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga serta Perumda Air Minum Tirta Mangutama.
“Sibertani ini kami harap dapat memberikan ruang bagi anak-anak didik untuk lebih mengenal dan mempraktekkan secara langsung cara-cara bercocok tanam di sekolah untuk menumbuhkan minat terhadap bidang pertanian dan kecintaannya terhadap lingkungan hidup,” ucapnya dalam kegiatan yang diikuti dengan penyerahan dan penanaman bibit cabai tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Petanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana mengungkapkan bahwa pada saat ini minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian terbilang masih rendah. Sementara usia rata-rata petani, berada di angka 55 tahun.
Di samping itu, upaya pengembangan sektor pertanian juga dirasa sedang menghadapi hal yang sangat serius lainnya. Di antaranya seperti alih fungsi lahan, menurunnya kesuburan tanah, serta pemanfaatan teknologi yang masih ketinggalan.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, didukung oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama, mencoba untuk mengenalkan program baru yaitu Sibertani,” ungkapnya sembari menegaskan bahwa generasi muda yang melek ilmu dan teknologi informasi, sesungguhnya mempunyai potensi besar dalam memajukan sektor pertanian.
Adapun maksud dan tujuan program tersebut, dikatakan dia, adalah untuk mendorong minat generasi muda dalam mengenal dan mempraktekkan langsung cara bercocok tanam. Sekaligus pula, meningkatkan kecintaan generasi kepada lingkungan hidup.
Di samping itu, melalui Sibertani dirasa dapat mendidik siswa untuk memanfaatkan pekarangan sekolah, rumah, dan kantor, dengan menanam tanaman produktif. Serta sebagai langkah mengantisipasi dampak inflasi berupa meningkatnya harga cabai di pasaran, dan juga mendukung suksesnya program merdeka belajar.
“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama, karena sudah membantu kami dengan 2 ribu bibit cabai, yang disebarkan kepada kelompok wanita tani dan SMPN 1 Kuta Selatan. Kepala Sekolah serta guru dan murid, setelah mendapat pembelajaran tentang bercocok tanam, bisa langsung mempraktekkan di pekarangan rumah masing-masing,” pungkasnya.
Acara dihadiri pula Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana serta perwakilan OPD terkait lainnya, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Ketua Komite SMPN 1 Kuta Selatan, kepala SMP se-Kecamatan Kuta Selatan, serta undangan lainnya.(adii)








