
MANGUPURA – Nasib Ni Luh Listya Dewi (15), siswa kelas IX SMP Taman Sastra Jimbaran yang selama tidak mampu membayar iuran SPP sejak mulai bersekolah, langsung mendapatkan tanggapan dari Pemkab Badung. Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa langsung memerintahkan OPD terkait untuk melakukan kajian, untuk memungkinkan yang bersangkutan mendapatkan beasiswa secara berkelanjutan.
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa yang dikonfirmasi, Kamis 8 September 2022 mengatakan, pihaknya yang mendengar informasi adanya salah satu siswa kurang mampu menyatakan keperihatinannya. “Tadi saya langung mengintruksikan Dinas Sosial, BPKAD dan Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah-langkah. Saya minta dibuatkan kajian agar anak kita Lisyta Dewi bisa mendapatkan beasiswa secara berkelanjutan,”tegasnya. Pejabat asal Pecatu ini juga meminta Dinas Sosial segera turun lapangan mengecek kondisi sebenarnya anak tersebut.
Dari informasi Listya Dewi yang kini hidup bersama pamannya, Kadek Brata ternyata juga memiliki adik laki-laki, I Made Mulia Ardana yang duduk dikelas V SD. Meski masuk dalam Kartu Keluarga (KK) pamannya yang beralamat di Jalan Dompa, Lingkungan Pasek, Keluarahan Kedonganan, Kuta. Ternyata kedua anak yang ayahnya telah meninggal dunia ini, tinggal bersama bibinya di Jalan Bukit Sari, Gang Cempaka No.1 Simpangan, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan.
“Kita harus mengetahui kondisi keluarganya, apalagi katanya masih ada adiknya. Bila benar kondisinya seperti yang diinformasikan, maka kita wajib memberikan bantuan,”ujarnya. Tak hanya masalah pendidikan, kehidupan serta keseharian kedua anak ini kata Adi Arnawa, harus mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pihaknya meminta kedepannya, para klian dan aparat desa/kelurahan lebih jeli dan cermat mendata warganya. Bila ada yang kurang dan layak mendapat bantuan, harus segera disampaikan ke Pemkab Badung melalui Dinas Sosial.
Seperti yang diberitakan sebelumnya cerita pilu sosok Listya Dewi sempat viral di media sosial. Listya Dewi bersama adiknya, telah ditinggal selama oleh ayahnya, sedangkan sang ibu pergi dan telah menikah lagi. Keduanya kini hidup bersama paman dan kakeknya. Bersekolah di SMP Taman Sastra, Listya Dewi yang kini duduk dikelas IX tidak bisa membayar SPP, dengan nila tunggakan hingga Rp 10 juta. (lit)








