
DENPASAR – Ketua Komisi II DPRD Bali IGK. Kresna Budi merasa lega, setelah dua minggu lebih menunggu kepastian vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk ternak sapi dan babi di Bali. Dengan adanya penyampaian langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan yang memastikan lalulintas ternak antar pulau segera di buka.
“Saya sudah dapat bertemu langsung dengan Bapak Luhut di Nusa Dua, Rabu (31/8/2022) ini akan datang 1 juta vaksin untuk ternak sapi dan babi di Bali “ujar IGK Kresna Budi saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (29/8/2022).
Menurutnya, 1 juta vaksin tersebut permintaan langsung Menteri Luhut kepada Kementerian Pertanian dan akan langsung disebar ke semua kabupaten kota di Bali yang diprioritaskan untuk ternak sapi dan babi. Adanya vaksin yang sudah didatangkan dari Kementrian Pertanian ini, Bali semakin percaya diri bahwa Bali benar-benar bebas dari kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kresna Budi mengatakan, sebelum 1 juta vaksin didatangkan hari ini, kasus PMK di Bali sudah nol. Oleh karenanya, para peternak di Bali meminta agar lalulintas ternak antar pulau bisa dibuka dan pasar ternak juga bisa dibuka.
Kresna Budi menambahkan, dalam pertemuannya langsung dengan Mentri Luhut Binsar Pandjaitan, Kresna Budi juga mendapat kabar bahwa lalulintas ternak antar pulau juga segera dibuka.
“Seperti arahan Pak Luhut, lalulintas ternak antar pulau dibuka. Tetapi, Bali hanya bisa mengirim keluar Bali dan ternak luar Bali belum bisa masuk Bali,”ujarnya.
Kresna Budi menyampaikan alasannya, bahwa ternak dari luar Bali belum bisa dipastikan terbebas dari PMK. Sementara Bali sudah dinyatakan bebas dan PMK dan tidak ada kasus lagi.
Menteri Luhut juga menyampaikan, lalu lintas ternak antar pulau juga akan segera dibuka. Namun dengan catatan, semua kendaraan yang dipakai sebagai sarana transportasi pengangkutan ternak harus bersih, disemprot dengan bio scurity sehingga benar-benar terjamin kesehatan ternak yang dikirim keluar Bali.
Seperti diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, para peternak di Bali terutama peternak babi mulai menjerit karena tidak bisa melakukan pengiriman ternak keluar Bali. Sementara permintaan sudah sangat banyak dan kebijakan pemerintah yang mengizinkan lalulintas ternak antar pulau sampai saat ini belum turun seperti apa yang dijanjikan saat pertemuan di DPRD Bali sebelumnya.
Pemerintah pusat melarang pengiriman ternak keluar Bali saat PMK merebak termasuk menyerang Bali. Namun, ketika Bali berhasil menangani PMK dan saat ini kasusnya sudah nol dan Bali dinyatakan bebas dari PMK sampai sekarang surat edaran yang memperbolehkan pengiriman ternak keluar Bali juga belum turun.
Sementara Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menyampaikan, kegiatan pengiriman hewan ternak keluar Bali dan dibukanya kembali pasar hewan akan segera dapat berlangsung. Namun pihaknya sedang menanti revisi SE 5 Tahun 2022 terkait dengan pedagang atau pelaku usaha antar pulau.
“Kemarin saya langsung ke Jakarta membicarakan itu. Bahwa Bali sudah zero case dari PMK apakah bisa segera dibuka untuk pasar hewannya. Khusus untuk ini kita menunggu SE 5 Tahun 2022 akan direvisi terkait dengan pedagang atau pelaku usaha antar pulau,” ujarnya.
Sunada menjelaskan hewan ternak yang dapat dikirim terlebih dahulu keluar Pulau Bali adalah babi. Lantas, mengenai administrasi suratnya, hari ini tinggal menandatangani saja. Hingga kini Pemprov Bali menanti revisi SE Nomor 5 Tahun 2022 dan regulasi resminya.
“Kemarin sudah oke tetapi regulasinya secara tertulis belum ada. Minggu ini atau minggu depan SE nya sudah pasti turun,”pungkasnya. (arn/jon)








