
KUTA – Penumpukan kendaraan sempat beberapa kali terjadi pada pintu-pintu masuk Jalan Tol Bali Mandara. Penyebabnya, karena para pengguna datang pada waktu yang bersamaan.
Manager Operation & Maintenance PT JBT I Putu Gandi Ginantra tidaklah memungkiri hal tersebut. Kata dia, penumpukan terparah sempat terjadi pada gerbang tol Benoa. Menurut dia, itu akibat banyaknya pengendara yang mengalihkan rutenya. Dari awalnya rencana melalui Simpang Dewa Ruci, berbelok menuju akses Tol Bali Mandara.
“Mungkin mereka banyak yang menggunakan Google Maps. Begitu pada aplikasi menunjukkan tanda kekroditan di Simpang Dewa Ruci, mereka langsung memutuskan untuk melalui jalur alternatif yakni Jalan Tol Bali Mandara,” ungkapnya, Kamis (5/5/2022).
Namun demikian, dia menegaskan, penumpukan tidak berlangsung lama. Karena banyak pengendara yang melintas sudah sedia unik dengan saldo mencukupi.
“Kepadatan terjadi karena banyak pengendara yang melintas pada jam-jam yang sama. Utamanya sekitar pukul 16.00 Wita,” ungkapnya.
Meski begitu, Gandi tidak memungkiri bahwa masih juga ada pengendara yang tidak membawa unik ataupun dengan saldo tidak mencukupi. Hal tersebut otomatis berpengaruh pada kecepatan waktu transaksi.
“Menggunakan unik dengan saldo yang cukup, maka waktu transaksi rata-rata hanya 2 sampai 3 detik saja. Tapi entah kenapa, walau elektronifikasi ini sudah mulai tahun 2017, ternyata masih saja ada yang masuk tol tanpa cukup saldo. Bahkan, ada juga yang tidak punya unik,” sesalnya.
Mengantisipasi hal tersebut, Gandi memastikan bahwa di setiap gerbang tol tetap tersedia layanan pembelian unik. Tidak tanggung-tanggung, untuk masa libur Lebaran kali ini, total disediakan sebanyak 7 ribu unik.
“Tapi harapan kami tentu saja agar para pengendara sudah memiliki unik dan memastikan kecukupan saldonya sebelum memasuki jalan tol. Ini tiada lain adalah untuk kelancaran perjalanan bersama. Jangan sampai karena kendala unik, malah dapat makian dari pengendara lain yang mengantri di belakang,” bebernya.
Lebih lanjut Gandi juga menuturkan bahwa sejauh ini, angka rata-rata harian pengguna jalan tol di masa libur Lebaran terbilang jauh di atas perkiraan. Dari awalnya diprediksi rata-rata hanya 13 ribuan, saat ini ternyata sudah menembus rata-rata 25 ribuan/hari.
“Tapi kalau dibandingkan dengan di kondisi normal sebelum pandemi, capaian ini terbilang masih jauh. Karena saat normal, rata-rata harian bisa mencapai 45 ribuan,” ungkapnya.
Meski angkanya tinggi, Gandi mengakui bahwa kepadatan seperti terjadi beberapa hari terakhir ini tidaklah terjadi. Karena puluhan ribu pengendara tersebut tidak datang pada waktu bersamaan. (adi/jon)








