
KUTA – Bertepatan dengan Hari Kartini Kamis (21/4/2022), sejumlah kelompok ibu-ibu PKK Banjar Legian Kelod mengadu kemampuan di dunia tarik suara. Dengan mengenakan busana adat Bali mereka berlomba mempersembahkan penampilan terbaik dalam berkaraoke menyanyikan sebuah lagu dari Prajuru Suka Duka Banjar Legian Kelod yang berjudul ‘Swadharma Prajuru’.
Kelian Adat Banjar Legian Kelod I Nyoman Suma Nata menuturkan, kegiatan tersebut memang sengaja dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Itu sekaligus sebagai momentum kebangkitan, setelah cukup lama terpuruk oleh pandemi Covid-19.
Ada dua lagu yang dinyanyikan masing-masing kelompok. Pertama adalah lagu Swadharma Prajuru sebagai lagu wajib. Sedangkan kedua adalah lagu bebas.
“Prajuru Legian Kelod kebetulan merilis sebuah single berjudul Swadharma Prajuru. Lagu ciptaan Artha Guna dan Gus Enen itu dibuat pada masa pandemi ini. Kebetulan hampir 80 persen prajuru kami terbilang bisa bernyanyi. Melalui lagu ini, kami ingin mengingatkan masyarakat dan prajuru soal kewajiban-kewajiban kita di adat,” ungkapnya.
Rangkaian perlombaan tersebut sesungguhnya sudah berlangsung sejak 19 April lalu. Diawali dengan penyisihan terhadap 16 tim dari PKK dan 5 tim dari sekaa teruni selama 2 hari, dan dilanjutkan final pada 21 April 2022.
“Para juara akan kami berikan piagam penghargaan, trophy, dan uang pembinaan,” sebutnya.
Menariknya, seluruh juri yang dilibatkan adalah artis Bali, yakni D Antoni, Widi Widiana dan Sri Dianawati. Mereka adalah para penyanyi Bali ternama, yang merupakan warga asal Legian Kelod. (adi/jon)








