
KUTA – Sampah kiriman yang menepi di pesisir barat Kabupaten Badung mengalami penurunan signifikan sejak sebulan terakhir. Dari keseluruhan bentang pantai yang ada, hanya di pesisir Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) yang terbilang masih ada sampah tapi relatif sedikit.
Hal tersebut mengutip penyampaian Koordinator Evakuasi Dini Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Made Gde Dwipayana. Namun demikian, dirinya mengaku tidak berani menyatakan, hal tersebut merupakan pertanda dari akan berakhirnya musim sampah kiriman.
“Saat ini, sampah kiriman cenderung menepi di Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak. Jenisnya berupa sampah plastik,” bebernya Senin (21/3/2022).
Disampaikannya pula, menipisnya kehadiran sampah kiriman itu sudah mulai terjadi sejak bulan Februari lalu. Jika sebelumnya, evakuasi bisa mencapai 50 hingga 100 ton per hari. Sementara kini, hanya sekitar 10 ton per hari. Itupun tergantung pula pada kondisi cuaca.
Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan bahwa untuk periode kali ini, total sudah ada 2.750 ton sampah kiriman yang berhasil tertangani. Angka tersebut tidak tertutup kemungkinan akan mengalami penambahan, karena musim sampah kiriman kali ini diprediksi baru akan berakhir di bulan April nanti.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Kabupaten Badung AA Gede Dalem. Bahkan karena sedikitnya sampah kiriman yang menepi saat ini, hanya ada satu alat berat yang diterjunkan untuk melakukan penanganan. (adi/jon)








