
KUTSEL – Beroperasinya kembali penerbangan internasional melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, menjadi hal yang sangat disyukuri oleh masyarakat Perkawinan Campur (Perca). Karena hal tersebut sekaligus membuka peluang untuk pertemuan langsung dengan pasangan atau anggota keluarga, yang selama masa pandemi berada di luar negeri.
“Bagi kami, beroperasinya kembali penerbangan internasional ini tentu menjadi sebuah berita yang sangat kami syukuri. Utamanya bagi teman-teman yang menikah dengan WNA, tentu akan dapat bertemu kembali,” sebut Koordinator Perca Indonesia Perwakilan Bali Herlin Melinda, Kamis (17/3/2022).
Apalagi oleh adanya Visa on Arrival (VoA), yang dirasa dapat lebih memudahkan. Mengingat tidak semua suami/istri yang saat ini berada di luar negeri, memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) ataupun Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
“Seperti mertua atau sanak keluarga lainnya, kan terkadang mereka juga mau ikut datang ke Bali. Jadi penerbangan internasional dengan pemberlakuan VoA ini kami rasa sangat memudahkan untuk itu,” ungkap wanita yang lebih dikenal dengan sapaan Melinda Cowan itu.
Kemudahan itupun dipastikan mendapat sambutan antusias dari keluarga yang ada di luar negeri. Begitu informasi tersebut muncul, sudah banyak pasangan ataupun mertua dari para anggota Perca, yang terbang menuju Bali.
“Kebanyakan dari Australia,” sambungnya.
Dorong Penambahan Daftar Negara VoA
Karenanya dia berharap, agar ke depan bisa semakin banyak negara yang masuk dalam daftar VoA. Tidak seperti saat ini yang masih terbatas dengan jumlah 23 negara saja. Yaitu Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Qatar, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Italia, Selandia Baru, Turki, Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Filipina.
“Anggota kami ada yang pasangannya dari luar 23 negara tersebut. Karenanya harapan kami agar VoA ini bisa diperluas lagi,” sebutnya.
Bahkan menurut dia, hal itu bukan hanya menjadi harapan para anggota Perca. Melainkan harapan dari segenap masyarakat Bali. Karena diyakini, itu juga dapat meningkatkan perekonomian Bali yang selama ini babak belur oleh pandemi Covid-19.
Selain VoA, sambung dia, kebijakan tanpa karantina juga merupakan hal yang dirasa sangat menggembirakan. Karena oleh hal tersebut, maka begitu mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, para anggota sudah bisa langsung bertemu dengan pasangan masing-masing.
“Tentu ini momen membahagiakan. Apalagi bagi anggota yang sebelumnya ditinggal ke luar negeri sedang dalam keadaan hamil. Jadi sekarang inilah kesempatan, untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan anak,” pungkasnya. (adi/jon)








