
KUTA – Sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kuta, khususnya Kelurahan Legian dan Seminyak, Minggu (6/3/2022), kembali mengalami banjir. Namun kejadian kali ini, tidak separah pada akhir tahun 2021 lalu.
Untuk di wilayah Legian, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Wayan Puspa Negara memperkirakan, genangan muncul akibat guyuran hujan deras sejak Sabtu (5/3/2022). Hal tersebut terjadi berbarengan dengan pasangnya air laut.
“Karena air laut juga pasang, jadi air hujan tidak bisa terbuang dengan sempurna melalui Tukad Mati. Level air di Tukad Mati jadi meninggi, bahkan berada di ambang batas,” ungkapnya.
Titik terparah, katanya ada di Jalan Dewi Sri IV. Ketinggian air mencapai 30-35 cm. Selain pada jalur tersebut, genangan katanya juga muncul di Jalan Dewi Sri, Jalan Campuhan, Praja Natha I serta badan jalan di sekitar Kantor Lurah Legian. Namun demikian, semua genangan tersebut dipastikan sudah berangsur-angsur surut.
“Rata-rata genangan sudah surut dalam waktu kurang lebih 2,5 jam. Itu juga tidak terlepas dari peran PUPR yang sudah menurunkan alat pompa tambahan,” sebutnya sembari menyebutkan, dua pompa pengendali banjir otomatis yang sudah terpasang di sekitar Jembatan Naga Tukad Mati, telah beroperasi sebagaimana mestinya.
Meski yang sekarang ini tidaklah separah tahun lalu, Puspa sependapat bahkan itu perlu mendapat penananan pasti. Agar banjir atau genangan tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Salah satu yang kami harapkan yakni normalisasi alur Tukad Mati secara rutin. Karena saat ini menurut kami sedimentasinya di sana sudah terbilang tebal. Jika dibiarkan, akan mengurangi daya tampung Tukad Mati,” sebutnya.
Terpisah, Lurah Legian Ni Putu Eka Martini mengakui, banjir kembali terjadi di sejumlah titik wilayah Legian pada Minggu (6/3/2022). Namun, hal tersebut sudah mendapat atensi dan air telah berangsur-angsur surut.
Karena telah beberapa kali terjadi, Eka Martini mengakui, penanganannya juga telah dijadikan sebagai salah satu usulan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Usulan tersebut berupa penambahan penampang ganda, pemasanan klep saluran otomatis, serta pembersihan sedimentasi.
“Mudah-mudahan itu bisa masuk sebagai kegiatan di tahun 2023 nanti,” sebutnya.
Selain di Legian, sejumlah lokasi di Seminyak juga terpantau mengalami banjir. Lurah Seminyak I Putu Gede Adhi Karmita Putra mengatakan, salah satu langganan banjir yakni Jalan Kunti II.
“Itu (banjir) terjadi hampir di setiap hujan lebat. Seperti tadi pagi sekitar pukul 07.00 WITA, di sana itu sempat naik airnya. Tapi sudah surut,” sebutnya.
Dia mengakui, penanganan terhadap persoalan itu sudah kembali dimasukkan sebagai usulan Musrenbang. Bahkan hal tersebut merupakan salah satu prioritas. (adi/jon)








